Ekonomi

Museum TNI Bukit Barisan Medan Simpan Bambung Runcing

Ilustrasi

MEDAN (HR)-Gedung bersejarah itu nampak sepi. Di kanan kiri halaman terdapat sepasang senapan beroda yang mengarah ke jalan. Dua-tiga petugas berjaga-jaga di pos yang ada di sebelah kanan depan gedung.

Di dalam gedung yang tak lain adalah Museum TNI Bukit Barisan itu, ratusan benda-benda bersejarah yang dipakai pada zaman kependudukan Belanda dan Jepang tersimpan dalam bingkai lemari kaca. Kebanyakan adalah senjata-senjata antik, seperti senapan, meriam, mortir, pedang, dan pisau. Benda-benda itu tersimpan rapi dan diberi nama serta penjelasan tentang sejarah penggunaannya.

Di antara senjata-senjata yang tergolong modern itu, terdapat pula senjata konvensional khas Indonesia, yakni bambu runcing. Empat buah bambu runcing, masing-masing dengan ukuran dan ujung yang berbeda, ditegakkan persis di depan lukisan rapat pemuda tanggal 23 September 1945.

Bambu-bambu runcing yang ada di museum ini dibuat oleh Laskar Rakyat dan pernah digunakan untuk menyerang dan membunuh pasukan tentara penjajah Belanda dalam Front Medan Area pada tahun 1945-1946.

Selain senjata, benda-benda bersejarah lainnya yang ada di museum ini adalah mesin tik, radio telekomunikasi, kompas, dan seragam Manaf Lubis.

Pemandu museum, Sertu Jasiaman Sinaga, mengatakan, benda-benda yang ada di museum merupakan koleksi dari tiga daerah penjajahan, yakni Aceh, Tapanuli, dan Sumatera Timur.

"Cara mengumpulinya dengan mendatangi keluarga atau ahli waris pemiliknya. Ada juga yang didapat pada saat pertempuran itu atau hasil rampasan," katanya, Kamis.

Untuk berkunjung ke museum ini, pengunjung tidak dibebani biaya apapun. (ant/rio)
 


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar