Selamat Datang Tamu Agung

Selamat Datang Tamu Agung


"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa". (QS. Albaqarah: 183).
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang mempertemukan kita kembali dengan ‘tamu agung‘, bulan Ramadaan. Beberapa hari lagi atau hitungan beberapa jam saja akan kita sambut Tamu Agung itu. Tamu yang selalu kita harapkan kedatangannya dan bergembira ketemu dengannya.
Bulan Ramadan ini adalah bulan kesekian yang kita ikuti dan kesekian kalinya kita berdoa, semoga ini bukan perjumpaan kita yang terakhir dengannya. Walaupun telah kita ketahui, ada beberapa orang saudara kita yang pada Ramadan tahun kemarin bersama-sama dengan kita dalam suka cita melaksanakan ibadah puasa, kini telah dipanggil Allah untuk menikmati apa yang telah mereka tanam selama hidupnya.
Oleh karena itu, patutlah kita bersyukur kembali kepada Allah yang masih berkenan Insya Allah memberikan kesempatan yang sangat bahagia untuk bercengkerama kembali dengan bulan suci Ramadan.
Momentum Ramadan kali ini, tentu kita tidak ingin menyia-nyiakannya. Cukup Ramadan tahun lalu menjadi pelajaran bagi kita. Jika kita melihat bahwa Ramadan kemarin masih banyak kekurangan atau dipandang kurang sempurna, maka sudah saatnya kita menutupi kekurangan itu dan menyempurnakannya. Jika kita melihat bahwa Ramadan kemarin cukup baik, maka waktunya sekarang untuk meningkatkan kualitas ibadah puasa kita. Intinya, kita harus berupaya bagaimana Ramadan kali ini jauh lebih baik dari Ramadhan sebelumnya.
Tentu kita masih ingat pesan Rasulullah SAW yang mengatakan dalam hadis shahih yang diriwayatkan Imam Muslim, artinya: "Kejarlah, capailah apa saja yang membawa kemanfaatan bagimu, dan minta tolonglah kepada Allah dan janganlah merasa lemah”.
Begitu pula, kita mungkin ingat pesan Umar bin Khattab untuk tidak menunda-nunda kesempatan yang ada. Umar berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya kekuatan itu terletak pada prestasi kerja. Oleh karena itu, janganlah engkau tangguhkan pekerjaan hari ini hingga esok, karena pekerjaanmu akan menumpuk. Sehingga kamu tidak tahu lagi mana yang harus dikerjakan, dan akhirnya semua terbengkalai”.
Oleh karenanya, tidak ada kata lain, kecuali kita berusaha untuk memaksimalkan Ramadan kali ini agar jauh lebih baik daripada Ramadan kemarin. Kita sadar, umur Ramadan sangat terbatas dan cepat berlalu, kadang 29 hari atau 30 hari, seperti berlalunya umur manusia yang akan berkurang setiap harinya.
Tokoh sufi Hasan al-Bashri mengatakan, bahwa kehidupan manusia tidak lain adalah kumpulan  beberapa hari, yang mana tiap hari jumlahnya akan selalu berkurang.
Untuk itu, kita perlu kembali menata strategi dan rencana  agar puasa kali ini adalah puasa yang terbaik, seakan menjadi puasa yang terakhir, sebelum kita bertemu dengan sang Khaliq Pencipta alam semesta. Di antara hal yang bisa kita lakukan atau yang kita persiapkan sebelum Tamu Agung datang adalah sebagai berikut:
Pertama, mulailah bertobat dengan sungguh-sungguh dan memohon  kepada Allah agar diberi kekuatan untuk mampu menjalankan dengan sempurna kewajiban ibadah puasa Ramadan. Kedua, melatih anggota tubuh ikut berpuasa semaksimal mungkin. Jangan biarkan mulut, mata, telinga dan anggota tubuh yang lain mengumbar nafsu, sehingga pahala puasa jadi sia-sia.
Ketiga, membuat jadwal kegiatan selama Ramadan. Apa saja yang dikerjakan dan target apa yang bisa diselesaikan. Pembuatan jadwal Ramadan menjadi penting menjelang akhir Ramadan. Misalnya, sudah adakah jadwal, apakah mau mengkhatam Alquran berapa kali tahun ini? Ini salah satu  contoh saja. Apabila kita tidak memiliki komitmen ketat terhadap jadwal tersebut, maka dapat dipastikan makna Ramadan kita jalan di tempat.
Keempat, kembali mengingat berbagai keagungan Ramadan, yang diberikan Allah SWT dan rasul-Nya.
Dengan menyadari kembali keagungan bulan Ramadan, akan mampu memotivasi kita lebih maksimal  di dalam berpuasa Ramadan. Kelima, tidak ada salahnya mempelajari buku-buku fiqih tentang pelaksanaan ibadah Ramadan, agar semua ibadah kita diterima oleh Allah SWT.
Demikian, uraian yang telah kami sampaikan insya Allah kita jumpa lagi Tamu Agung bulam suci Ramadan 1436 H ini. Semoga Allah SWT menolong kita. Amin.***
Pegawai Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Riau.

(Oleh: Qawiyun Awal, MA)