Viral Orang Ceramah di Tengah Jalan Soal Salat Jumat saat Corona, Begini Kejadiannya

Ahad, 26 April 2020 - 14:19 WIB
Ilustrasi

RIAUMANDIRI.ID - Beredar viral video seorang tengah berceramah di pinggir jalan mengenai Salat Jumat di tengah wabah virus Corona (Covid-19). Orang tersebut rupanya adalah Ketua MUI Kalimantan Utara (Kaltara) Zainuddin Dalila.

"Itu kemarin Jumat tanggal 24 itu sekitar jam setengah 12 menjelang Salat Jumat. Betul beliau Ketua Umum MUI Provinsi Kaltara KH Zainuddin Dalila. Saat turun ke lokasi ada saya juga," ujar Wakil Ketua MUI Kaltara Syamsi Sarman seperti dilansir detikcom, Ahad (26/4/2020).

Syamsi menyebut peristiwa tersebut terjadi di depan Masjid Baburrahmat, Kelurahan Sebengkok, Kota Tarakan. Syamsi mengatakan pada saat itu pihaknya ditemani oleh Ketum MUI Kota Tarakan, Ketum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tarakan dikawal aparat gabungan Polres, Kodim dan Pol PP.

Menurut Syamsi, sebelumnya pihaknya telah memberikan edaran tentang maklumat MUI terkait pelaksanaan Salat Jumat saat pandemi Corona. Hal ini ditujukan untuk memutus penyebaran COVID-19 di masyarakat.

"Jadikan kita awali dengan edaran-edaran ada maklumat majelis ulama, itu sudah sejak mungkin sebulan yang lalu kita sudah bagikan. Mulai dari fatwa MUI kita berikan kepada maklumat MUI Kaltara, maklumat MUI kota sudah jalan, kemudian dari pemerintah juga sudah mengumpulkan semua takmir-takmir masjid dalam rangka memutus mata rantai, itu supaya tidak ada salat jumat," kata Syamsi.

Namun, Syamsi mengatakan dari 170 masjid di Kota Tarakan masih ada 7 masjid yang tetap melaksanakan Salat Jumat. Menurutnya, bila dibiarkan maka hal ini dapat menimbulkan banyaknya jamaah berdatangan dan berkumpul.

"Dari 170 masjid yang ada di Kota Tarakan itu kira-kira masih ada 7 masjid yang dalam tanda petik masih ngotot melaksanakan Jumatan, sehingga ini berbahaya. Kalau ada masjid yang tutup kemudian masih ada juga yang buka, maka jamaah dari masjid yang tutup itu akan membeludak di masjid yang buka. Ini justru akan semakin berbahaya lagi dalam rangka pembatasan pyshical distancing," kata Syamsi.

Oleh sebab itu, Syamsi mengatakan pihaknya mendatangi masjid-masjid yang masih melaksanakan salat Jumat. Hal ini untuk memberikan penjelasan kepada pengurus masjid dan meminta masyarakat yang datang untuk kembali ke rumah masing-masing.

"Sehingga kami dari ulama-ulama ini mencoba melakukan turun ke lokasi lah, mendatangi masjid-masjid yang masih belum menutup masjidnya itu. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban kami juga didampingi oleh aparat kemanan," ujar Syamsi.

"Menjelang salat Jumat, jadi kita sudah datang duluan dengan maksud memberikan duluan pencerahan kepada takmir masjidnya. Kemudian juga kepada yang datang, kita cegah untuk kembali salat di rumah masing-masing," sambungnya.

Dilihat detikcom dalam video yang beredar, dengan menggunakan baju koko, sarung, peci dan masker Ketua MUI Kaltara Zainuddin Dalila tampak memberikan penjelasan terkait salat Jumat saat Corona. Penjelasan ini tampak diberikan di tengah jalan, terlihat beberapa warga ikut menyimak dan mendengarkan.

Dalam video berdurasi kurang lebih dua menit tersebut, Zainuddin menjelaskan bahwa salat berjamaah hukumnya fardhu kifayah, sedangkan menjaga kesehatan diri fardhu ain.

Berikut petikan ceramah Zainuddin seperti terekam dalam video yang viral itu:

Sekarang kita mau buka kita mau punya apa kita lebih hebat dari mereka itu, ilmu kita nggak sampai dimana. Apabila tanggung jawab, ada yang tanggung jawab mereka yang bikin fatwa itu kenapa kita susah.

Saya begitu ada fatwa, alhamdulilahh ada yang tanggung jawab saya sudah tidak salat Jumat lagi karena ada yang tanggung jawan di akhirat, kenapa kita mau takut. Persoalannya sembahyang berjamaah itu hukumnya fardhu kifayah, menjaga kesehatan diri fardhu ain.

Ini kalau secara hukum fardhu ain menjaga kesehatan diri, fardhu kifayah salat berjamaah, fardhu kifayah. Bapak-bapak yang nggak ngerti hukum pak, salat berjamaah itu fardhu kifayah, menjaga kesehatan itu fardhu ain. Bapak kena penyakit disini, pulang kerumah biniknya terjangkit anaknya terjangkit, cucunya terjangkit. Kalau ada mereka yang meninggal kita yang menjangkitnya itu tanggung jawab dihadapan Allah, berdosa besar kita.

Makanya ulama bikin jangan, supaya kita tidak berdosa. Itu orang-orang yang sehat, sekarang kan kita lihat sehat tapi dia ada penyakit, pak kalau mereka semua itu di keluarkan menjangkit. Kita yang sudah tua-tua ini kalau sudah terjangkit tidak ada harapan sembuh pak.

Karena orang yang mati Corona itu, orang yang sudah 60 tahun keatas punya bawaan penyakit. Ada penyakit paru-paru, jantung itu kena Corona jadilah dia. Makanya jangan sampai yang sehat itu menjangkitkan sama orang yang sakit tadi. Dia tau dia sakit tapi dia ke masjid, kasian.

Ada lagi yang bila shafnya diatur, dijarakan satu meter. Pak tidak ada dalam hadis, tidak ada hadisnya menjarangkan shaf. Nabi kalau salat beliau menyampikan, kata Nabi luruskan shaf rapatkan. Kenapa kita sekarang luruskan shaf jarangkan, tidak ada hadisnya.

Kitakan takut Corona pak, kalau takut Corona jangan ke masjid di rumah, ini jelas kan. Pahalanya sama, karena Corona. Sekarang ini menurut ulama, salat di rumah lebih besar pahalanya dari pada di masjid dai waktu wabah ini.

Editor: Mohd. Moralis

Tags

Terkini

Terpopuler