Penyelamatan Perkebunan Jangan Hanya Wacana

Ahad, 08 Mei 2016 - 23:12 WIB
Anggota Komisi II DPRD Inhil, Malian Gazali.

TEMBILAHAN (riaumandiri.co) -  Penyelamatan perkebunan kelapa masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir diminta jangan hanya menjadi wacana, namun hendaknya pembangunan tersebut diwujudkan oleh pemerintah.

"Kasihan masyarakat jika hanya janji-janji saja. Pembangunan kebun kelapa harus betul-betul dilaksanakan, jangan hanya dijanjikan namun akhirnya bermuara pada kepentingan politik dan kekuasaan semata," kata Malian Gazali, anggota Komisi II DPRD Indragiri Hilir (Inhil), Minggu (8/5).

Menurutnya, jika pemerintah memang serius dalam membangun kebun kelapa, tentunya DPRD Inhil dan masyarakat akan memberikan apresiasi besar dan akan mendukung program pemerintah. "Kalau memang serius tentu kita sangat mengapriasiasi dan mendukung pemerintah.  Tinggal mencari tim di Pemda yang serius dan punya kemampuan di bidang perkebunan. Selain itu, dari sisi penggunaan anggaran pun diharapkan betul-betul tepat sasaran dan dibutuhkan oleh masyarakat, terutama petani kelapa sebagai pelaku utama," katanya lagi.

Untuk itu, sebagai bentuk keseriusan Pemkab Inhil, Malian mengatakan, kalau telah direncanakan dan dianggarkan oleh Pemkab Inhil bersama DPRD jangan sampai tidak terlaksana. "Jangan pula SKPD tidak mau mengerjakan dengan alasan kehati-hatian. Misalnya pada program penyelematan kebun rakyat tidak satupun di kerjakan karena ketakutan pelaksananya," katanya.

Sementara terkait adanya pemotongan anggaran di semua SKPD Kabupaten Inhil dampak dari pengurangan dana DBH, diharapkan Dinas Perkebunan melakukan penghitungan ulang dengan cermat.

"Saya harap yang dikurangi itu tidak terkait kegiatan di masyarakat.

 Disbun bisa coba evaluasi belanja rutin dan belanja pegawai, pembelian kenderaan dinas dan konsultasi Kadis terlalu banyak keluar daerah.

Harus diingat, dinas itu termasuk kepala dinas harus melakukan pelayanan kepada masyarakat bukan konsultasi ke Jakarta terus, itu tugas kepala daerah," pungkasnya. (dan)

Editor:

Terkini

Terpopuler