Bupati Rohul dan Pelalawan Dilantik Pekan Depan

Kamis, 21 April 2016 - 08:52 WIB
Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman terlibat pembicaraan serius dengan Mendagri Tjahjo Kumolo, terkait pelantikan Bupati Rohul dan Pelalawan, di sela-sela Musrenbangnas 2016 di Jakarta.

JAKARTA (riaumandiri.co)-Setelah sempat dibatalkan, rencana pelantikan Bupati Rokan Hulu dan Pelalawan terpilih, kembali mendapat titik terang. Bila tidak ada aral melintang, pelantikan dua kepala daerah hasil Pilkada serentak tersebut, akan dilaksanakan pekan depan.

Namun yang agak berbeda, pelantikan tersebut rencananya tidak lagi digelar di ibukota provinsi, melainkan di Jakarta. Sedangkan prosesi pelantikan akan dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

Pernyataan itu disampaikan Mendagri Tjahjo Kumolo kala berbincang-bincang dengan Plt Gubernur Arsyadjuliandi Rachman, di sela-sela kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2016 di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (20/4). Kegiatan itu dihadiri seluruh kepala daerah se-Indonesia.

Dari perbincangan dengan Plt Gubri, Mendagri Tjahjo Kumolo akhirnya menjanjikan akan melantik Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hulu serta Pelalawan pada pekan depan di Jakarta.  "Terkait penundaan pelantikan Bupati Rokan Hulu dan Pelalawan, Mendagri sudah

Bupati
 membicarakan dengan lembaga lain. Dan mereka (dua bupati dan wakilnya) dilantik di Pusat oleh Mendagri langsung," ujar Plt GUbri, usai pertemuan dengan Mendagri.
Ditambahkannya, penundaan pelantikan pada Selasa (19/4) kemarin, karena masalah koordinasi saja antara Mendagri dengan lembaga lain, sehingga perlu waktu. "Sekarang sudah selesai. Jadi tinggal pelantikan saja oleh Mendagri nanti," tambahnya.

Saat ditanya, kapan kira-kira pelantikan kedua kepala daerah yang tertunda kemarin itu dilaksanakan. Andi Rachman mengatakan dalam waktu dekat ini. "Kalau administrasi selesai minggu depan bisa dilantik," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Plt Gubri juga menampik informasi yang menyebutkan adanya unsur politik dalam penundaan Bupati Rohul. "Tidak ada isu unsur politik, Mendagri juga mengatakan tak ada isu politik," tegasnya.

Dari Pekanbaru, hal senada juga disampaikan Asisten I Setdaprov Riau, Ahmadsyah Harrofie.

"Ya Alhamdulillah, tadi (kemarin, red) saya sudah ditelepon Plt Gubri, bahwasanya sudah ada komitmen dan kesepakatan dengan Mendagri, bahwa dua kepala daerah terpilih Rohul dan Pelalawan akan di lantik oleh Mendagri di Jakarta, minggu depan. Kita tinggal menunggu hal tekinis dan waktunya dari Kemendagri," terangnya.

Dijelaskan Ahmadsyah, kepastian pelantikan kedua Bupati yang sempat tertunda tersebut, sekaligus menjawab permintaan dari masyarakat Riau, khususnya masyarakat Rokan Hulu yang meminta agar hak mereka sebagai warga yang telah memilih pasangan Suparman dan Sukiman, dipenuhi dengan pelantikan.

"Jadi ini juga meluruskan adanya pemberitaan yang mengatakan pembatalan Suparman sebagai Bupati terpilih Rokan Hulu. Jadi Plt Gubri telah menyampaikan apa yang menjadi permintaan dari masyarakat Rohul kepada Mendagri. Insya Allah Suparman dilantik," jelas Ahmadsyah.

Informasi lainnya datang dari Bupati Pelalawan terpilih, HM Harris. Saat dikonfirmasi Rabu kemarin, Harris mengaku sedang berada di Jakarta mendampingi Plt Gubri menghadiri Musrenbangnas tersebut.

Dikatakan Harris, rencana pelantikan yang akan digelar pada pekan depan tersebut, merupakan keputusan dari Mendagri Tjahjo Kumolo saat berdialog dengan Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman.

"Pelantikan akan digelar di Jakarta, itu keputusan Pak Menteri. Pelalawan dan Rokan Hulu (Rohul) sama-sama dilantik," terangnya.

Untuk jadwal pastinya, tambah Harris, baik Pelalawan maupun Rohul sama-sama mengajukan pada Rabu, 27 April mendatang. Namun Harris mengakui, jadwal pastinya akan kembali disesuaikan dengan kegiatan Mendagri. "Jika pun diundur, paling tidak pelantikan diselenggarakan sepanjang pekan depan," ujarnya lagi.

Sudah Diketahui
Kabar tentang rencana pelantikan itu, ternyata juga sudah sampai ke DPRD Riau. Seperti dituturkan Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman, pihaknya memang sudah menerima informasi tentang rencana pelantikan kedua kepala daerah tersebut. Namun ia mengaku belum bisa berkomentar banyak, karena informasi resmi dari Mendagri sejauh ini belum diterima pihaknya.

"Saya tidak bisa berkomentar dulu, karena saya belum mendapatkan informasi resminya. Biarkan saya menonfirmasi ulang dulu ke Kemendagri untuk memastikan kabar itu," ujarnya.

Menurutnya, ada yang agak berbeda dengan rencana pelantikan itu. Sebab, sesuai aturan yang berlaku, untuk pelantikan bupati atau walikota, digelar di ibukota provinsi dan dilantik oleh gubernur. Sedangkan untuk pelantikan gubernur dilaksanakan di ibukota negara dan pelantikannya dilakukan Presiden.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo, mengaku belum menerima informasi itu. Karena itu, pihaknya dari unsur pimpinan Dewan serta ketua fraksi rencananya akan menemui Mendagri ke Jakarta untuk memastikan hal itu.
"Kita akan berangkat ke Jakarta, ke Kemendagri untuk memastikan hal tersebut," pungkas Sunaryo.

Seperti diketahui, masyarakat Riau khususnya Rokan Hulu dan Pelalawan, sempat dikagetkan dengan dibatalkannya pelantikan kepala daerah terpilih dari dua daerah itu, Selasa (19/4) kemarin. Kepastian tentang batalnya pelantikan itu baru diterima Pemprov Riau pada Senin malam. Tak ayal, putusan itu memancing reaksi masyarakat dari dua daerah itu, yang mengaku mempertanyakan keputusan Mendagri tersebut.

Terkait pelantikan pada pekan depan, Mendagri Tjahjo Kumolo seperti dilansir sejumlah media, mengatakan, bahwa pelantikan terhadap Bupati Rohul terpilih, Suparman, bisa dilakukan pada pekan depan jika mantan Ketua DPRD Riau tersebut belum ditahan KPK RI. Seperti diketahui, Suparman telah ditetapkan lembaga antirasuah itu sebagai tersangka, dalam kasus dugaan suap APBD Riau. (nur, pen, rud, rtc, rls)

Editor:

Terkini

Terpopuler