PT Serikat Putra Dinilai Lecehkan Rekom Bupati

Rabu, 19 Agustus 2015 - 11:21 WIB
Eri Suparjan

BANDAR PETALANGAN (HR)-Masyarakat Desa Lubuk Raja, Kecamatan Bandar Petalangan dibuat kecewa dan geram oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit milik PT Serikat Putra.

Pasalnya, sudah berlangsung empat bulan perusahaan secara sepihak menghentikan aktivitas pengerjaan lapangan sepak bola untuk pemuda desa setempat. Padahal, surat permohonan bantuan untuk pembuatan lapangan bola kaki itu adalah berdasarkan rekomendasi secara langsung dari Bupati Pelalawan, HM Harris.

Kepala Desa Lubuk Raja, Eri Suparjan, mengatakan sekarang ini PT Serikat Putra sudah tak lagi melakukan aktivitas membangun lapangan bola kaki di Lubuk Raja dengan alasan yang tidak jelas dan tak masuk akal.

"Kita sudah berulang kali pertanyakan hal itu kepada manajemen, namun jawabannya tidak memuaskan kita. Perusahaan beralasan bahwa alat berat untuk pengerjaan lapangan bola itu dalam kondisi rusak, namun berdasarkan pengamatan kita, alat berat mereka baik-baik saja," terang Kades Eri Suparjan, Selasa (18/8).

Eri menilai perusahaan sengaja melecehkan rekomendasi Bupati Pelalawan untuk membangunkan lapangan bola kaki untuk pemuda setempat hingga selesai.

"Bayangkan saja, rekom Bupati saja mereka acuhkan seolah tak ada apa-apanya. Bagaimana dengan omongan atau proposal masyarakat biasa, jelas mereka tidak akan tindak anjuti. Karena, perusahaan ini amat arogan dan banyak konflik dengan masyarakat yang belum tuntas hingga sekarang ini," tutur Eri.

Eri tak menampik, di tengah-tengah masyarakat saat ini mulai terjadi pergolakan untuk melakukan aksi ke perusahaan.

"Pemuda dan masyarakat mulai terpancing amarahnya atas sikap perusahaan yang menghentikan pembuatan lapangan bola ini secara sepihak oleh PT Serikat Putra. Sesungguhnya wajar-wajar saja bila perusahaan ini menggelontorkan dana program CSR nya untuk masyarakat. Karena selama ini tak jelas kontribusi yang diberikan Serikat Putra," ujar Kades Eri.

Terpisah, manajemen perusahaan saat dikonfirmasi melalui Suharto, Anang Wahyu Wibowo dan Partogi Siagian, tak ada jawaban. (zol)

Editor:

Terkini

Terpopuler