Kasus Positif Naik, Dinkes Riau Belum Bisa Pastikan Omicron

Kasus Positif Naik, Dinkes Riau Belum Bisa Pastikan Omicron

RIAUMANDIRI.CO - Kasus harian penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Riau, kembali naik. Untuk hari Jumat (28/1/2022), terdapat penambahan 16 kasus positif, sehari sebelumnya 14 kasus. Dinkes Riau mengatakan, kenaikan itu belum bisa dipastikan apakah varian baru Omicron atau tidak.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Masrul Kasmy mengatakan, dari sampel yang masuk setiap hari ke laboratorium RSUD dan Rumah Sakit lainnya, dalam dua hari ini, terjadi lonjakan kasus positif. Dari 16 kasus tersebut terbanyak dari luar Provinsi Riau.

“Terjadi lagi kenaikan kasus positif Covid-19. Terbanyak dari luar Provinsi Riau 8 kasus, dan di Kota Pekanbaru 7 kasus. Sedangkan 1 kasus lagi dari Bengkalis. Kita berharap kasus positif tidak bertambah lagi dengan kedisiplinan masyarakat memakai masker,” ujar Masrul Kasmi.


“8 kasus dari Provinsi luar Riau ini, orang yang masuk ke Riau dan juga orang luar Provinsi Riau yang melakukan pemeriksaan di Pekanbaru. Sehingga datanya masuk dalam data terkonfirmasi di Provinsi Riau,” tambahnya.

Disinggung apakah naiknya kasus positif Covid-19 di Riau terkait varian Omicron, Asisten I Setdaprov Riau ini belum bisa memastikan. Karena dari sampel laboratorium yang dikirimkan ke Kementerian Kesehatan belum ada konfirmasi, sehingga dirinya belum bisa memastikan Omicron atau tidak.

“Kalau kasus Omicron belum bisa dipastikan. Hasil laboratorium belum ada yang dikirimkan ke Riau, mudah-mudahan tidak ada masuk Riau. Memang di Provinsi Sumbar dan Batam sudah masuk Omicron, di Riau belum ada kepastian kasusnya,” kata Masrul Kasmy.

Sementara itu, untuk capaian vaksinasi di Provinsi Riau terus bergerak setiap harinya. Hingga saat ini, capaian vaksinasi sudah 86,37 persen atau 4.180.655 orang yang sudah divaksin dosis 1 dari target jumlah penduduk 4.840.347 orang.

“Vaksinasi terus bergerak, kita targetkan 100 persen masyarakat divaksin. Sekarang, selain vaksin dosis 1 dan 2 juga vaksin Booster bagi lansia. Sedangkan untuk anak-anak usia 6-11 tahun sudah mencapai 31,79 persen,” katanya.



Tags Corona