Webinar Literasi Digital: Kreatif Lestarikan Nilai Nilai Pancasila di Ruang Digital

Webinar Literasi Digital: Kreatif Lestarikan Nilai Nilai Pancasila di Ruang Digital

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU Indra Samsie, S.Kom., M.Kom memaparkan Menurut beliau, dunia nyata dan dunia maya nyaris tak ada beda. Semua yang dilakukan di dunia nyata dapat dilakukan di dunia maya. upaya pemerintah untuk menjaga literasi berupa penindakan di dunia maya, seperti take down akun-akun palsu, memblokir atau membatasi situs website yang mengandung konten yang melanggar UU ITE. dengan itu kita harus menyaring konten yang kita terima agar tetap dapat ilmu yang bermanfaat

Cecep Nurul Alam, S.T., M.T memaparkan Menurut beliau, beliau, dengan makin banyaknya pengguna digital, kita harus mengutamakan keamanan digital sekuat mungkin agar tidak terjadi penyalahgunaan bagi pihak pihak yang tidak bertanggung jawab. penting sekali untuk menjaga data pribadi, dan jangan termakan modus yang sangat menggiurkan. karena cyber crime sangat membahayakan dan bisa terjadi lewat mana saja.

Drs. Oan Hasanuddin, S.Ag., RO., Akp., MA., M.Kes memaparkan Menurut beliau, dunia digital tidak hanya untuk interaksi tetapi juga untuk mencari informasi. jadi memahami etika berdigital sangat penting agar tidak merusak norma norma kemanusiaan dan tetap menjaga kedamaian dalam dunia digital juga tetap melestarikan nilai nilai yang sudah ada di tengah-tengah masyarakat. memiliki etika untuk berdigital juga penting agar kita bisa bijak dalam melakukan kegiatan di dunia digital dan tidak menjadi pelaku kejahatan di dunia digital seperti melakukan cyber crime. Karena semua yang kita lakukan akan dipertanggung jawabkan.


Muammar Alkadafi, S.Sos., M.Si, memaparkan Menurut beliau, Budaya digital merupakan prasyarat dalam melakukan transformasi digital karena penerapan budaya digital lebih kepada mengubah pola pikir atau mindset kita  agar dapat beradaptasi dengan perkembangan digital. Oleh karena itu pentingnya budaya digital, adalah bagaimana masyarakat secara bersama-sama berpartisipasi merubah/memanfaatkan budaya lama menjadi budaya baru yang lebih efisien dengan nilai nilai budaya yang mengandung norma dan budaya Pancasila

 

Predy Siswanto memberikan pertanyaan kepada Muammar Alkadafi, S.Sos., M.Si 

Q : Bapak Muamar Alkadafi, melihat begitu banyaknya informasi berita Hoax ataupun argumen yang salah bermunculan menggambarkan tentang kebudayaan di indonesia yang akhirnya membuat perpecahan seperti yang terjadi saat ini. Bagaimana seharusnya sikap kita menanggapi hal tersebut ataupun cara kita dalam mencerminkan nilai pancasila yang sesuai dengan bhinneka tunggal ika?

A : saya kurang tahu bagaimana para pelajar dan kaum muda secara serius mendalami nilai nilai Pancasila atau hanya membaca dari sisi tekstual saja. Yang harus dipahami adalah mendalami nilai nilai Pancasila sebagai fundamental untuk disesuaikan dizaman yang berubah. Kita mempelajari pada agama masing masing untuk saling melakukan toleransi dan nilai keadilan juga pada Pancasila. Kita harus belajar untuk semua kalangan ini harus disosialisasikan secara massif.

 

Afini Putri Rahmatika : kita lebih mudah mengenalkan nilai nilai Pancasila kepada dunia dengan platform digital sekarang. Dan masyarakat Indonesia luar biasa dengan membuat konten konten positif dan menyebarkan kebaikan. Itu adalah bukti mengamalkan nilai Pancasila adalah tidak susah seperti mengamalkan sila ke dua yaitu berperi kemanusiaan untuk saling tolong menolong kepada orang lain. Hrapannya adalah pemerintah dapat bergerak cepat untuk memfasilitasi untuk daerah daerah terpencil. Dan bisa memanfaatkan inspirasi, edukatif, dan tidak menyebarkan konten yang menyebabkan kontroversi yang menjadi boomerang

 

Kegiatan webinar literasi digital pada hari Rabu, 04 Agustus 2021, pukul 09.00 WIB, dengan tema KREATIF LESTARIKAN NILAI NILAI PANCASILA DI RUANG DIGITAL dibuka oleh moderator Adnin Adinda. Moderator memberikan reminding untuk para hadirin dalam 5 menit sebelum acara dimulai. Kemudian moderator membuka rangkaian kegiatan webinar ini dengan mengucap salam dan membawakan tagline Salam Literasi Digital Indonesia Makin Cakap Digital, serta mengingatkan para hadirin untuk selalu menjaga protokol kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan dan selalu memakai masker. Rangkaian acara pertama yaitu pemutaran lagu Indonesia Raya. Setelah itu dilanjutkan kembali oleh moderator untuk mempersilahkan sambutan dari Dirjen Aplikasi dan Informatika KEMENKOMINFO, bapak Samuel A. Pangarepan. 

Setelah itu moderator membuka acara dengan menyapa para hadirin terutama yang berasal dari RIAU, KOTA PEKANBARU. Kemudian, menyapa Key Opinion Leader yaitu @pinieyes, beliau adalah seorang Presenter @jtv_rek, Putri Indonesia Jawa Timur, Miss Internet Indonesia 2017, MC. Kemudian moderator membacakan tata tertib bagi para peserta kegiatan webinar ini.

 

Setelah itu moderator menyapa dan mempersilahkan narasumber pertama yaitu Indra Samsie, S.Kom., M.Kom. Beliau adalah seorang Dosen dan Praktisi. Beliau meyampaikan materi dengan tema “JAGA BERSAMA RUANG DIGITAL KITA”. Menurut beliau, dunia nyata dan dunia maya nyaris tak ada beda. Semua yang dilakukan di dunia nyata dapat dilakukan di dunia maya. upaya pemerintah untuk menjaga literasi berupa penindakan di dunia maya, seperti take down akun-akun palsu, memblokir atau membatasi situs website yang mengandung konten yang melanggar UU ITE. dengan itu kita harus menyaring konten yang kita terima agar tetap dapat ilmu yang bermanfaat

Kini dunia nyata dan dunia maya nyaris tak ada bedanya lagi. Semua yang dilakukan di dunia nyata dapat dilakukan di dunia maya. Belajar, bermain, berbisnis, bekerja, bersosialisasi, bahkan berekreasi dapat kita lakukan di dunia maya atau kita sebut juga sebagai ruang siber.

Daya saing digital yang rendah inilah yang disebabkan antara lain rendahnya literasi digital, juga membuat Indonesia menghadapi sejumlah ancaman. Mulai dari penyebaran konten negatif, konten berbau hoaks, ujaran kebencian atau hate speech, bullying, ragam praktik penipuan hingga radikalisme.

Daya saing digital yang rendah inilah yang disebabkan antara lain rendahnya literasi digital, juga membuat Indonesia menghadapi sejumlah ancaman. Mulai dari penyebaran konten negatif, konten berbau hoaks, ujaran kebencian atau hate speech, bullying, ragam praktik penipuan hingga radikalisme.

Setelah itu, moderator beralih ke narasumber kedua yaitu Cecep Nurul Alam, S.T., M.T. Beliau adalah Bidang Ahli ICT Kopertais II Jawa Barat dan Kepala Divis e-Learning. Beliau menyampaikan materi dengan tema “MENGULIK FITUR KEAMANAN DI APLIKASI DAN MEDIA SOSIAL”. Menurut beliau, dengan makin banyaknya pengguna digital, kita harus mengutamakan keamanan digital sekuat mungkin agar tidak terjadi penyalahgunaan bagi pihak pihak yang tidak bertanggung jawab. penting sekali untuk menjaga data pribadi, dan jangan termakan modus yang sangat menggiurkan. karena cyber crime sangat membahayakan dan bisa terjadi lewat mana saja.

sebuah proses untuk memastikan penggunaan layanan digital, baik secara daring maupun luring dapat dilakukan secara aman dan nyaman (Sammons & Cross, 2017). Tidak hanya untuk mengamankan data yang kita miliki melainkan juga melindungi data pribadi yang bersifat rahasia. Identitas digital pada dasarnya adalah identitas seseorang sebagai pengguna platform media digital.

Untuk menjaga identitas digital pastikan memilih menggunakan identitas asli atau samara saat mengelola akun platform digital serta bertanggung jawab atas pilihan tersebut, amankan identitas utama yakni alamat surat elektronik yang di gunakan untuk mendaftar suatu platform digital dan lindungi serta konsolidasikan identitas digital dalam berbagai platform digital yang dimiliki

Di Indonesia, Rancangan Undang-undang Pelindungan Data Pribadi (RUUPDP) mendefinisikan data pribadi sebagai setiap data tentang seseorang yang teridentifikasi dan atau dapat diidentifikasi secara tersendiri atau dikombinasikan dengan informasi lainnya  baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sistem elektronik dan/atau non elektronik 

Perangkat digital memiliki peran vital dalam melakukan aktivitas digital. Misalnya ketika kita  melakukan komunikasi seringkali kita menggunakan gawai yang terkoneksi dengan jaringan  internet pada keseharian kita, sehingga dalam menggunakan perangkat digital kita perlu melakukan proteksi terhadap perangkat digital yang kita miliki.

Fitur fingerprint authentication merupakan salah satu fitur proteksi perangkat digital yang memiliki proteksi yang cukup baik. Fitur ini memiliki kelebihan dari fitur kata sandi misalnya kita menggunakan fitur sidik jari ini, meskipun orang lain melihat cara kita membuka ponsel tetapi mereka akan tetap tidak bisa untuk membuka ponsel kita karena sidik jadi setiap orang memiliki bentuk yang berbeda-beda.

Proteksi menggunakan fitur ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi karena pada beberapa teknologi terkini fitur ini tidak bisa ditembus dengan foto wajah atau wajah orang yang mirip. Untuk membukanya harus dilakukan dengan paksa dengan membobol sistem operasi perangkat digital secara menyeluruh. 

Setelah narasumber kedua selesai memaparkan materinya, moderator mempersilahkan narasumber ketiga yaitu Drs. Oan Hasanuddin, S.Ag., RO., Akp., MA., M.Kes. Beliau adalah Guru SMA Negeri 8 Pekanbaru. Beliau akan menyampaikan materinya dengan tema “ETIKA DIGITAL”. Menurut beliau, dunia digital tidak hanya untuk interaksi tetapi juga untuk mencari informasi. jadi memahami etika berdigital sangat penting agar tidak merusak norma norma kemanusiaan dan tetap menjaga kedamaian dalam dunia digital juga tetap melestarikan nilai nilai yang sudah ada di tengah-tengah masyarakat. memiliki etika untuk berdigital juga penting agar kita bisa bijak dalam melakukan kegiatan di dunia digital dan tidak menjadi pelaku kejahatan di dunia digital seperti melakukan cyber crime. Karena semua yang kita lakukan akan dipertanggung jawabkan.

Pada dasarnya digital etik adalah akibat dari hal hal yang bermunculan pada penggunaan dunia digital. Secara etimologi digital berasal dari diigtyus Bahasa Yunani yang artinya jari jemari. Ada 10 jari terdiri dari 2 angka, 1 dan 0. Ini artinya benar atau salah, fitnah atau fakta. Kenapa harus ada etika, karena nantinya akan diminta pertanggung jawaban atas jari jari kita. Secara terminology digital adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi informasi.

Etik secara sederhana adalah adab. Secara etimologi dari Bahasa Yunani etikos yang timbul dari kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus. Dan secara terminologi adalah prinsip prinsip moral.

Latar belakang dari perlunya etika digital adalah karena kita berkomunikasi digital yang bersifat global. Karena bersifat global maka interaksinya kita antar kultur. Maka dengan adanya aktifitas digital jangan sampai merusak keharmonisan yang sudah ada.

Tujuan memahami etika berdigital adalah agar lebih bijak dalam bermedia digital setelah mengetahui tata caranya, memahami informasi mana yang positif dan mana yang negative.

Kemudian, moderator mempersilahkan narasumber keempat yaitu Muammar Alkadafi, S.Sos., M.Si. Beliau adalah Dosen UIN Suska Riau. Beliau menyampaikan materi dengan tema “BUDAYA DIGITAL”. Menurut beliau, Budaya digital merupakan prasyarat dalam melakukan transformasi digital karena penerapan budaya digital lebih kepada mengubah pola pikir atau mindset kita  agar dapat beradaptasi dengan perkembangan digital. Oleh karena itu pentingnya budaya digital, adalah bagaimana masyarakat secara bersama-sama berpartisipasi merubah/memanfaatkan budaya lama menjadi budaya baru yang lebih efisien dengan nilai nilai budaya yang mengandung norma dan budaya Pancasila

Budaya digital atau digital culture sudah menjadi tatanan kehidupan baru masyarakat. Hal ini juga memengaruhi gaya interaksi mereka sehingga menimbulkan kebiasaan baru, seperti menggunakan media sosial, berbelanja online, melakukan pembayaran digital, pendidikan online, dan work from home

Hasil Penelitian Mengatakan, masyakarat Indonesia menggunakan mobile phone (telepon bergerak/genggam) pada umumnya ketika mereka merasa menyendiri. Akan tetapi mereka akan cenderung menggunakan mobile phone ketika di tempat tidur (69%), ketika sedang menunggu seseorang/sesuatu (35%), ketika sedang menonton TV (29%), ketika sedang bersama keluarga (17%), ketika sedang berkendara (14%), ketika sedang rapat/kuliah (6%), dan ketika sedang di kamar mandi (6%).

Multikulturalisme selanjutnya merupakan Paham yang mengakui bahwa setiap orang dengan segala perbedaanya adalah sama di ruang publik. Multikulturalisme ; pandangan terhadap keanekaragaman kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya di dalam realitas masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem sosial, praktik budaya, adat-kebiasaan, dan filosofi politik yang dianut dalam konteks tertentu. 

Multikulturalisme mengakui dan menghormati perbedaan sosial dan unsur-unsur latar budaya kita sebagai suatu rahmat, suatu anugerah, suatu kekayaan, suatu hadiah. Kita tidak melihat atribut identitas perbedaan kita sebagai ancaman atau petaka-katastrofis sosial. Multikulturalisme adalah hadiah Tuhan bagi kita yang mengaku orang Indonesia sebagai satu-satunya nation state dengan etnis terbanyak menyebar di seantero ribuan pulau negeri.

Setelah selesai pemaparan materi dari keempat narasumber selanjutnya masuk kepada sesi tanya jawab. Ada beberapa peserta yang memberikan pertanyaannya yang berkesempatan untuk hadiah voucher e-money sebesar 100 ribu rupiah.

  1. Wanda Ramadhani  memberikan pertanyaan kepada Indra Samsie, S.Kom., M.Kom. 

Q : Fenomena hate speech ini sangat marak di media sosial bagaimana mengatasinya agar anak kita tidak terkena hal tersebut dan mengapa Hoax dan ujaran kebencian di media sosial tak kunjung mereda?

A : ajak komunikasi yang baik dan terbuka agar mereka bisa mengutarakan masalahnya. Kenapa hoax masih banyak terjadi karena pelaku penyebar hoax merasa apa yang mereka lakukan didunia nyata dan didunia digital tidaklah sama.

  1. Rahmi Delviandri memberikan pertanyaan kepada Cecep Nurul Alam, S.T., M.T

Q : Izin bertanya pak, Sekarang sedang maraknya menonton film secara illegal atau bajakan, apakah itu tidak ada keamanan yang menjaga dalam pembuatan film tersebut pak? dan kenapa film tersebut bisa bocor melalui akun bajakan, apakah tidak ada tindak lanjut dari hal tersebut ?

A : sebagai warga negarayang baik hindari konten dan film bajakan. Pemerintah sedang berusaha uunuk membasmi akun akun bajakan, sebagai warga yang baik kalau bisa carilah film atau konten yang legal. Kenapa bisa bocor karena kurangnya kesadaran pengguna internet seperti mencari followers. Jika mendapatkan linknya jangan disebarkan lagi kepada orang lain.

 

  1. Rodziatun Yulikha memberikan pertanyaan kepada Drs. Oan Hasanuddin, S.Ag., RO., Akp., MA., M.Kes

Q : Apakah Etika digital kita akan berpengaruh di masa depan?  misalnya penentuan penerimaan kerja?  Lalu Bagaimana jika kita pernah memiliki jejak buruk dalam dunia digital, namun kita sudah jera. Bagaimana cara agar tidak mengulangi kesalahan tersebut dan bagaimana meyakinkan orang-orang bahwa kita sudah jera?

A : referensi dari jerman, ada seseorang memiliki skill yang baik, tetapi ada rekam jejak dari sudut attitude yang memperlihatkan perilakunya yang kurang baik. Maka itu berdampak untuk dunia kerjanya. Jadi rekam jejak sangat mempengaruhi. Maka bersikap baiklah dalam dunia digital. Dan agar tidak mengulanginya kita harus menyesal dan berjanji pada diri sendiri agar tidak melakukan hal tersebut lagi. Dan untuk meyakinkan orang lain, banyak banyaklah menebarkan kebaikan 

 

  1. Predy Siswanto memberikan pertanyaan kepada Muammar Alkadafi, S.Sos., M.Si 

Q : Bapak Muamar Alkadafi

Melihat begitu banyaknya informasi berita Hoax ataupun argumen yang salah bermunculan menggambarkan tentang kebudayaan di indonesia yang akhirnya membuat perpecahan seperti yang terjadi saat ini. Bagaimana seharusnya sikap kita menanggapi hal tersebut ataupun cara kita dalam mencerminkan nilai pancasila yang sesuai dengan bhinneka tunggal ika?

A : saya kurang tahu bagaimana para pelajar dan kaum muda secara serius mendalami nilai nilai Pancasila atau hanya membaca dari sisi tekstual saja. Yang harus dipahami adalah mendalami nilai nilai Pancasila sebagai fundamental untuk disesuaikan dizaman yang berubah. Kita mempelajari pada agama masing masing untuk saling melakukan toleransi dan nilai keadilan juga pada Pancasila. Kita harus belajar untuk semua kalangan ini harus disosialisasikan secara massif.

 

Setelah sesi tanya jawab, masuk kepada sesi bincang-bincang moderator kepada Key Opinion Leader. Menurut @pinieyes kita lebih mudah mengenalkan nilai nilai Pancasila kepada dunia dengan platform digital sekarang. Dan masyarakat Indonesia luar biasa dengan membuat konten konten positif dan menyebarkan kebaikan. Itu adalah bukti mengamalkan nilai Pancasila adalah tidak susah seperti mengamalkan sila ke dua yaitu berperi kemanusiaan untuk saling tolong menolong kepada orang lain. Hrapannya adalah pemerintah dapat bergerak cepat untuk memfasilitasi untuk daerah daerah terpencil. Dan bisa memanfaatkan inspirasi, edukatif, dan tidak menyebarkan konten yang menyebabkan kontroversi yang menjadi boomerang

 

Selesai acara webinar moderator menutup acara dengan mengucapkan terimakasih kepada para narasumber dan kepada para peserta webinar. Salam Literasi, Indonesia Makin Cakap Digital!