FBI Curiga Afghanistan Jadi Sarang Teroris Usai Taliban Berkuasa

FBI Curiga Afghanistan Jadi Sarang Teroris Usai Taliban Berkuasa

RIAUMANDIRI.CO - Afghanistan sekali lagi ditakutkan jadi negara tempat berkumpulnya teroris. Hal itu disampaikan Direktur FBI Christopher Wray. Ia mengatakan para pejabat penegak hukum khawatir Afghanistan sekali lagi dapat berfungsi sebagai tempat pementasan bagi kelompok-kelompok teroris setelah penarikan Amerika Serikat (AS) dari negara itu.

Wray mengakui kemungkinan itu saat memberikan keterangan selama pertemuan dengan Komite Keamanan Dalam Negeri DPR AS. Anggota parlemen AS meminta kejelasan dari Direktur FBI dan pejabat tinggi keamanan nasional lainnya tentang potensi ancaman ke wilayah AS.

"Kami, tentu saja, khawatir bahwa akan ada peluang untuk tempat yang aman untuk diciptakan kembali di sana, yang tentunya merupakan sesuatu yang telah kami lihat di masa lalu, dan memungkinkan organisasi teroris asing untuk beroperasi lebih bebas di wilayah tersebut," kata Wray di sela-sela sidang seperti dikutip dari Fox News, Kamis (23/9/2021).


Pemerintahan Biden telah menghadapi pengawasan bipartisan dalam beberapa pekan terakhir atas penanganan operasi penarikan serta pengambilalihan Afghanistan yang menakjubkan oleh Taliban dari pasukan keamanan Afghanistan yang didukung AS. Kritik meningkat setelah militan ISIS-K melakukan bom bunuh diri yang menewaskan 13 tentara AS hanya beberapa hari sebelum penarikan selesai.

"Kami khawatir ISIS-K dapat memanfaatkan lingkungan keamanan yang melemah secara signifikan untuk beroperasi lebih bebas," ujar Wray.

"Kami juga prihatin bahwa peristiwa di sana dapat menjadi katalis atau inspirasi bagi teroris, apakah mereka anggota (organisasi teroris asing) atau ekstremis kekerasan lokal, untuk melakukan serangan," imbuhnya.

"Yang paling penting, kami khawatir bahwa organisasi teroris asing akan memiliki kesempatan untuk menyusun kembali, merencanakan, berkonspirasi di ruang yang jauh lebih sulit bagi kami untuk mengumpulkan intelijen dan beroperasi melawan daripada yang terjadi sebelumnya," katanya.

Pejabat tinggi Partai Republik berpendapat penarikan permanen akan membuat pejabat AS tidak dapat secara efektif melacak ancaman dan memungkinkan kelompok teroris, seperti ISIS-K, berkembang.

Presiden Biden dan pejabat tinggi pemerintahan lainnya mengatakan kehadiran permanen di Afghanistan tidak diperlukan untuk melacak ancaman teroris secara efektif. Mereka juga telah memperingatkan konsekuensi bagi Taliban jika kelompok itu memiliki aktor jahat.