Fokus Redaksi

Sudah Tidak Ada Zona Aman Covid-19 di Riau

Sudah Tidak Ada Zona Aman Covid-19 di Riau

RIAUMANDIRI.CO – Kasus positif Covid-19 di Provinsi Riau per 4 Mei 2021 mengalami penambahan sebanyak 483 kasus. Dari angka itu menempatkan Riau sebagai provinsi di Indonesia tertinggi kedua penambahan kasus harian setelah Jawa Barat. Bahkan, di Bumi Lancang Kuning telah nihil zona kuning dan hijau Covid-19.

Memang, kasus penambahan pasien terkonfirmasi positif di Riau sejauh ini belum terjadi penurunan. Bahkan, pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 mengalami peningkatan dari hari-hari sebelumnya, di mana terdapat penambahan tertinggi 18 orang meninggal dunia pada 3 Mei lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengatakan, saat ini Provinsi Riau masih dalam zona merah. Namun, walaupun zona merah risiko penularan Covid-19 di Riau mengalami penurunan jika dibandingkan priode sebelumnya.


Masih ada tiga kabupaten/kota lagi di Riau yang berstatus zona merah Covid-19 dengan risiko penularan tinggi. Yakni Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu. Sedangkan sembilan kabupaten/kota lainya berstatus zona orange seluruhnya. Artinya di Riau tidak ada yang berstatus zona kuning atau hijau.

Lantaran itu, masyarakat yang tinggal di zona merah tidak boleh melakukan aktivitas berkerumun dan mengumpulkan banyak orang, sehingga masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Sementara, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Riau mengatakan, tingginya kasus penularan covid-19 di Riau masih dari klaster keluarga. Selain itu juga ada dari hasil tracing kontak erat pasien positif sebelumnya. Untuk kasus yang semakin naik ini, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium dari Jakarta, apakah ada masuk mutasi baru Covid-19, B117 atau tidak.

Ada juga penambahan kasus dari empat ABK asal India yang bersandar di Pelabuhan Dumai. Untuk yang tambahan empat ABK ini tergolong ringan. Berbeda dengan kapten kapal India yang kini sudah mendapatkan perawatan khusus di salah satu rumah sakit di Pekanbaru, digolongkan dalam kondisi sedang menuju berat.

Kapten inisial JRM itu sebelumnya sempat diperiksa petugas bersama 22 ABK saat kapal mereka bersandar di Pelabuhan Dumai. Dari pemeriksaan itu, kapten kapal pertama kali dinyatakan positif Covid-19 menyusul 4 ABK.

Melihat kasus di Riau yang semakin tinggi ini dan penularannya, kita bisa saja berasumsi ada masuk varian baru Covid-19. Tapi ini tentu masih asumsi. Untuk psatinya tentu masih menunggu hasil labor dari Kementerian Kesehatan.

Semakin masifnya penyebaran Covid-19 di Bumi Melayu Riau mengakibatkan tidak ada lagi daerah yang berstatus zona kuning atau hijau. Artinya, di Riau saat ini tidak ada daerah yang aman terhadap penularan Covid-19, di mana semua daerah berstatus tinggi dan sedang penularan Covid-19.


Tags Corona