Riau Krisis Ruang Isolasi Ventilator, Pasien Covid-19 Gejala Berat Pakai Alat HFNC

Riau Krisis Ruang Isolasi Ventilator, Pasien Covid-19 Gejala Berat Pakai Alat HFNC

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU – Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Riau yang masih tinggi, menyebabkan ruang ICU dengan alat ventilator di RSUD Arifin Achmad dan RS swasta rujukan, penuh dengan pasien dengan gejala berat. Saat ini, yang tersisa hanya ICU non-ventilator.

Juru Bicara Covid-19 Riau, dr Indra Yopi mengatakan, penuhnya ruang ICU di Rumah Sakit ini menjadi kekhawatiran bagi tim medis dalam menyelamatkan nyawa pasein Covid-19 yang setiap harinya terus bertambah.

“Ruang ICU kita sekarang penuh, yang tersisa hanya ICU non ventilator. Karena kenaikan pasien yang setiap harinya di atas 350 sampai 400 orang, dengan pasien yang bergejala berat juga banyak. Sekarang sesuai dengan Permenkes, pasien yang sedang dan berat dirawat (di rumah sakit). Hampir semua pasien ringan menuju berat, dan berat menuju kritis,” ujar dr Indra Yopi, akhir pekan lalu.


Dokter ahli paru ini mengingatkan kepada masyarakat Riau untuk patuh dan selelu menerapkan protokol kesehatan. Apalagi dalam sebulan ini terjadi peningkatan kasus pasien yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19, bahkan mencapai puncak tertinggi.

“Angka pasien yang meninggal dunia tinggi setiap harinya. Hari ini saja mencapai 15 orang, kita prihatin. Ini angka tertinggi jumlah kematian harian," ujar dia.

Menurut Indra Yopi, ini bukan hal main-main lagi, bisa saja nanti seperti India. "Tidak ada jalan lain selain mematuhi peraturan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi kerumunan,” tegas Indra Yopi.

Dijelaskannya, selain dari penuhnya ruang ICU, ruang tempat tidur bagi pasien yang dirawat di Rumah Sakit juga mengalami peningkatan cukup tinggi. Untuk pertama kalinya tempat tidur mencapai 60 persen, dan jika tidak ada antisipasi dari masyarakat, maka ketersediaan tempat tidur dipastikan akan penuh.

“Kasus Covid-19 kita terakhir tahun 2020 paling banyak lebih kurang 7.000 kasus. Kemarin total kasus Covid-19 kita sampai April 9.000 orang. Satu bulan totalnya 9.000 orang. Maka jika dirata-ratakan 300-400 kasus per hari, dari angka itu 20 persen dirawat atau 100 orang di rumah sakit. Persoalannya kan belum tentu pasien yang masuk hari ini keluar besok,” ungkapnya

“Sedangkan pengalaman kita tahun 2020 sampai Oktober itu, 70 persen pasien yang positif dirawat di rumah sakit, tapi itu semua pasien ringan dan sampai berat dirawat. Kalau sekarang tidak, yang dirawat itu yang sedang sampai berat, yang sesak nafas. Makanya kondisi ini agak mengkhawatirkan jika tidak ada langkah dan upaya ekstrem yang dilakukan oleh pemangku kebijakan,” tambahnya.

Sediakan Alat Bantu Pernafasan HFNC

Untuk itu mensiasati penuhnya ruang isolasi ventilator, Satuan tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Riau telah meminta pihak rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 di wilayah setempat untuk menyediakan alat bantu pernafasan High Flow Nose Cannula (HFNC) pada ruang isolasi.

dr Indra Yovi mengatakan bahwa alat tersebut dibutuhkan untuk membantu upaya penanganan terhadap pasien. Dengan harapan, angka keselamatan pasien Covid-19 bisa lebih tinggi.

"Tanggal 16 April lalu Pemerintah Provinsi Riau sudah berikan surat resmi kepada rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 di Riau untuk menyediakan HFNC 10 persen dari total kapasitas rungan isolasi," ujar Yovi, Minggu (2/5).

"Jadi kalau ada 50 tempat tidur (dalam ruang isolasi), berarti harus ada 5 HNFC. Kalau ada 100 tempat tidur, berarti ada 10,"  tambahnya lagi.

Lebih lanjut dokter spesialis paru itu menerangkan, HNFC merupakan alat bantu pernafasan bertekanan tinggi yang mampu menyalurkan oksigen kapasitas 60 liter kepada pasien yang membutuhkan.

"Dia ke hidung juga. Tapi tekanan tinggi. Jadi kalau pakai oksigen biasa itu kan maksimal hanya 15 liter. Pakai ini, itu bisa 60 liter. Jadi kalau ada pasien yang sesak hebat, tidak perlu inkubasi ventilator," terangnya.(nur, nan)


Tags Kesehatan