Sungai Sibam Pekanbaru Meluap Rendam Rumah Warga

Sungai Sibam Pekanbaru Meluap Rendam Rumah Warga

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU – Warga Perumahan Green BSD mulai sibuk sejak subuh hingga siang hari kemarin, Senin (26/4). Kesibukan para warga itu lantaran harus memindahkan barang berharga milik mereka ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari air banjir yang merendam perumahan.

Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru mampu membuat perumahan yang berada di Jalan Beringin Kelurahan Sungai Sibam, Kecamatan Bina Widya itu kebanjiran. Air merendam rumah setinggi lutut orang dewasa.

Kendaraan motor milik warga di perumahan ini sudah jauh dipakirkan dari lokasi rumah mereka. Seluruh kendaraan bermotor berjejer di simpang jalan menuju perumahan tersebut.


Beberapa warga terlihat masih mondar-mandir memindahkan barang berharga lainnya ke daerah yang lebih tinggi. Ada yang membawakan tas hingga dokumen penting yang dibalut dengan plastik.

"Air naik sejak jam 07.00 WIB tadi. Rumah abis terendam," kata Firman salah seorang warga di Perumahan ini, Senin siang.

Menurutnya, banjir ini sudah dua kali terjadi di tahun ini saja. Ketinggian air mencapai 60 sentimeter atau mencapai lutut orang dewasa.

Perumahan yang terletak dipinggir Sungai Sibam membuat luapan air sungai merendam rumah warga. "Ini karena air sungai meluap. Sungai juga dangkal sepertinya. Dulu memang pernah dikeruk. Sempat gak banjir walaupun hujan lebat," terangnya.

Ia mengungkapkan, perabotan di rumahnya habis terendam. Seperti sofa, dan meja tamu. Arus listrik di Perumahan ini pun sudah dipadamkan oleh PLN sejak pagi.

Hingga pukul 12.30 WIB warga di sekitar perumahan ini masih berupaya mengevakuasi barang berharga yang masih bisa diselamatkan dari rumah mereka.

Berjarak 500 meter dari lokasi itu, Perumahan Dwi Beringin juga rata direndam banjir. Ketinggian air di lokasi ini juga mencapai 50 sentimeter.

Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru, tampak berupaya melakukan evakuasi barang berharga milik warga. Belasan personel yang siaga di lokasi ini mondar-mandir dengan perahu karet mengevakuasi kendaraan roda dua milik warga yang terjebak di dalam rumah.

Sejumlah warga di perumahan ini juga sudah mulai mengungsi di lokasi yang lebih tinggi. "Barang-barang sudah kami pindahkan ke rumah saudara. Dari pagi sampai sekarang air masih tinggi. Takutnya makin tinggi," terang Iwan, salah seorang warga.

Menurutnya, banjir ini merupakan kiriman dari luapan Sungai Sibam yang berada tak jauh dari tempat itu. "Terakhir banjir itu tahun 2018. Kemudian baru tahun ini. Di dalam rumah air masuk setinggi betis," ungkapnya.

Ia mengaku, hingga saat ini belum ada bantuan yang mengalir kepadanya. Namun, ia berharap pemerintah agar bisa mencarikan solusi supaya permasalahan banjir ini bisa segera teratasi.


Tags Banjir