Kemenangan MU dan Catatan Positif Solskjaer

Kemenangan MU dan Catatan Positif Solskjaer

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Laju 20 kemenangan beruntun Manchester City resmi berakhir di pertandingan pekan ke-27 EPL. Adalah sang tetangga, Manchester United yang menghentikan laju itu setelah mereka menumbangkan The Citizens di Etihad Stadium dengan skor 2-0.

Kemenangan ini membuat Ole Gunnar Solskjaer menjadi sosok pelatih Manchester United yang memiliki rekor cukup apik dalam laga menghadapi Manchester City.

The Citizens yang banyak diunggulkan justru tak mampu berkutik saat menjamu sang tetangga di Stadion Etihad, Minggu (7/3) waktu setempat.

Kemenangan Man Utd asuhan Solskjaer tersebut menambah catatan positif sang juru latih yang pernah punya masa lalu sebagai pemain The Red Devils.

Berikut 5 fakta gemilang Solskjaer di Man City vs Man Utd:
1. Solskjaer dan Man Utd menyudahi catatan tanpa kalah Man City dalam 28 pertandingan di seluruh kompetisi. Sebelum kalah dari Man Utd, Manchester Biru terakhir kalah dari Tottenham Hotspur pada November 2020.

2. Solskjaer mengikuti jejak Sir Alex Ferguson. Saat ini Man Utd meraih tiga kemenangan tandang beruntun di seluruh kompetisi melawan Man City.

Sebelumnya Ferguson pernah meraih tiga kemenangan tandang beruntun melawan Man City pada November 1993 dan November 2000.

3. Di antara pelatih yang sudah pernah dihadapi Pep Guardiola sebanyak tiga kali di ajang kompetisi papan atas, Solskjaer merupakan satu-satunya pelatih yang lebih sering menang ketimbang kalah.

Solskjaer menang empat kali atas Guardiola. Sebaliknya mantan penyerang Norwegia itu tiga kali kalah dari Guardiola.

4. Solskjaer merupakan pelatih pertama dalam sejarah Man Utd yang bisa meraih tiga kemenangan tandang pertama atas Man City di berbagai kompetisi.

5. Sejak awal musim 2019/2020, 60 persen kekalahan kandang Man City diderita dari Man Utd arahan Solskjaer.

Solskjaer menjadi satu-satunya manajer yang menang tandang tiga kali melawan klub asuhan Guardiola.

Jalannya Laga

Manchester United unggul terlebih dahulu melalui gol penalti Bruno Fernandes, sebelum Luke Shaw menggandakan kedudukan di babak kedua.

Berstatus sebagai tim tamu, Manchester United mencoba mengambil inisiatif serangan. Mereka langsung tancap gas sejak kick off.

Usaha United itu tidak sia-sia, karena baru 48 detik laga berjalan, Setan Merah mendapatkan penalti setelah Anthony Martial dijatuhkan Gabriel Jesus di kotak penalti. Bruno Fernandes sukses mengeksekusi penalti meski arah bola dibaca dengan baik oleh Ederson. Skor 1-0 untuk keunggulan United.

Dua menit berselang United nyaris menggandakan kedudukan melalui sepakan Luke Shaw dari jarak dekat. Namun bola berhasil ditepis oleh Ederson.

Setelah dibuat keteteran dengan serangan cepat United, City perlahan mulai mendominasi laga. Mereka mendominasi penguasaan bola dan mulai membombardir gawang United dengan tembakan-tembakan mereka.

United sendiri tidak tinggal diam. Mereka beberapa kali mengancam pertahanan City melalui serangan balik, namun karena koordinasi yang kurang baik antar lini serang MU, mereka tidak membuat peluang yang cukup membahayakan gawang tuan rumah.

Salah satu peluang berbahaya City lahir dari tembakan keras Zinchenko di menit 23. Namun kali ini peluang emas itu sukses digagalkan oleh kiper muda United, Dean Henderson.

Dominasi City atas United masih terus berlanjut hingga akhir laga. Di menit-menit akhir babak pertama, City punya peluang melalui sontekan Riyad Mahrez, namun bola masih melebar dari gawang United. Skor 1-0 menutup babak pertama di Etihad Stadium.

Tertinggal 1-0 di babak pertama, Manchester City langsung tancap gas di babak kedua. Baru dua menit laga berjalan, City nyaris menyamakan kedudukan berkat tembakan Rodri, namun apesnya tembakan itu hanya mengenai mistar gawang.

Asik menyerang, petaka malah jatuh ke kubu tuan rumah. Melalui skema serangan balik, Luke Shaw melepaskan tembakan mendatar yang gagal dihalau Ederson. Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan United.

Lagi-lagi kebobolan, City kembali meningkatkan tempo permainan mereka. Sementara United masih mempertahankan taktik serangan balik mereka yang beberapa kali membuat lini pertahanan City ketar-ketir.

Manchester United lagi-lagi nyaris membuat kedudukan menjadi 3-0 di menit 68. Berawal dari bola sodoran dari McTominay yang terjatuh, Martial sukses lolos dari jebakan offside dan berhadapan satu lawan satu melawan Ederson. Namun tembakan sang pemain berhasil dipatahkan oleh Ederson.****


Tags Olahraga