Wali Kota Pekanbaru Sebut Manusia Silver Kreatif, Pengamat: Mengganggu!

Wali Kota Pekanbaru Sebut Manusia Silver Kreatif, Pengamat: Mengganggu!

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengatakan manusia silver yang kini lumrah di persimpangan jalan di Pekanbaru merupakan bentuk ekspresi kreativitas seni. Firdaus juga memaklumi fenomena ini selama manusia silver tidak mengganggu lalu lintas dan melakukan kegitan yang meresahkan masyarakat. 

"Manusia silver itu, dalam tanda kutip adalah bagaimana mereka mengungkapkan nilai-nilai dan ekspresi. Kita berpikir positif saja, selama mereka masih berjalan di rel jalan yang benar dan tidak menggangu," ujarnya pada Selasa (9/2/2021) lalu. 

Tidak sependapat dengan Firdaus, Pengamat Perkotaan Universitas Islam Riau sekaligus Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Riau, Mardianto Manan jusru menganggap manusia silver menganggu, baik lalu lintas maupun wajah Kota Pekanbaru. 


"Satu kata saja: mengganggu. Kalau memang ini bentuk kreativitas, silakan wali kota merawat dan memelihara itu," ungkapnya kepada Riaumandiri.co, Kamis (11/2/2021). 

Selain itu, Manan juga mengkritik ucapan Firdaus sebab dirasa bertolak belakang dengan larangan dan aturan yang ada terkait gelandangan dan pengemis (gepeng). Menurut Manan, manusia silver tidak murni "berkesenian", akan tetapi lebih tetap disebut peminta-minta atau pengemis.

"Wali Kota pernah bilang, mengharapkan masyarakat jangan mau menyumbang (kepada gepeng). Apabila tetap melakukannya, penyumbang dan yang disumbang akan diberi sanksi denda. Jadi kalau satu sisi dilarang menyumbang, satu sisi dijaga kreatifitasan peminta sumbangan, ini mana yang benar jadinya?"

"Dari kasat mata memang tampak kreatif. Tapi menurut saya kreatif yang tidak benar itu. Lagipula manusia silver itu bukan gaya kreatif aja, tapi ada kantong di depannya (minta sumbangan)," tambahnya. 

Manan juga menambahkan, selain mengganggu, baik lalu lintas maupun wajah perkotaan, keberadaan manusia silver berpotensi menimbulkan masalah-masalah baru. Terutama pada kesehatan si manusia silver itu sendiri, dan efek-efek sosial lainnya. 

"Itu kimia lo yang dipakai di badan, bahaya. Tidak berbaju. Bahkan bisa dibilang telanjang. Enggak tahu mana laki-laki mana perempuan. Auratnya kelihatan.  Belum lagi nanti kecelakaan, entah dicemooh lalu terjadi perkelahian, dsb. Nanti sudah terjadi, ha baru sadar ini bahaya," tutupnya.


 



Tags Pekanbaru