Wali Kota Pekanbaru: Swakelola Sampah Butuh Biaya Besar

Wali Kota Pekanbaru: Swakelola Sampah Butuh Biaya Besar

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU – Besarnya biaya yang dibutuhkan, menjadi alasan utama Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tidak melakukan swakelola atau mengelola sendiri pengangkutan sampah dari tempat penampungan sementara (TPS) menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Menurut Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT, jika pengangkutan sampah dilakukan secara swakelola melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kota harus menyiapkan sebanyak 80 unit truk untuk pengangkutan sampah.

"Untuk menyelenggarakan sendiri (swakelola), kita butuh biaya yang besar. Biaya pembelian 80 truk, biaya perawatan, biaya servisnya, biaya BBM dan segala macamnya. Kita juga akan butuh personel tambahan untuk mengoperasikannya," ucapnya, Rabu (27/1/2021).

Karena besarnya biaya yang dibutuhkan itulah Pemerintah Kota Pekanbaru lebih memilih untuk menyerahkan pengelolaan pengangkutan sampah ke pihak ketiga atau perusahaan swasta.

"Di dalam Udang-undang Otonomi Daerah juga ada disebutkan, untuk meningkatkan pengolahan persampahan di daerah mesti bekerjasama dengan pihak ketiga yang berbadan hukum," jelasnya.

Wali Kota menyebut, di akhir Bulan Februari nanti pihak ketiga pemenang lelang swastanisasi pengangkut sampah sudah melaksanakan tugasnya sebab saat ini untuk lelang masih dalam proses di  Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)

"Akhir Februari nanti, mitra kerja kita sudah bisa bertugas mengangkut sampah," ujarnya.

Diakuinya, poses lelang jasa pengangkutan sampah pada tahun ini terlambat dari jadwal. Ia menyebut seharusnya pada Januari 2021 sudah ada pengelola baru untuk mengangkut sampah.

Atas persoalan itu walikota menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak terutama warga Kota Bertuah.

"Kita akan berupaya secepat mungkin menyelesaikannya, sehingga tidak ada lagi tumpukan sampah," tutupnya.

Terkait persoalan sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru Agus Pramono, mengatakan, meski lelang swastanisasi pengangkutan sampah yang diadakan batal namun dia menyebut tidak akan melakukan swakelola untuk pengangkutan sampah seperti yang disarankan Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Sigit Yuwono.

"Tidak semudah membalik telapak tangan," kata Agus Pramono Selasa (26/1).

Dia menjelaskan, batalnya lelang yang diadakan bukan berarti gagal total tetapi karena ada kesalahan teknis yang harus diperbaiki sehingga lelang pengelolaan sampah masih akan terus dilaksanakan.

" Anggarannya kan lelang. Mudah- mudahan tidak terlalu lama prosesnya dan lelang akan diulang sesuai dengan rencana kerja DLHK. Kalau swakelola yang disampaikan, tidak semudah itu," ulang Agus Pramono, menutup pembicaraan.