BM PAN Pekanbaru Tepis Isu Mahar Politik Irvan Herman di Pilgub

BM PAN Pekanbaru Tepis Isu Mahar Politik Irvan Herman di Pilgub

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Muda (BM) PAN Kota Pekanbaru, Zikhri Agustian Hali, mengaku perihatin dengan adanya informasi tidak sedap terhadap Wasekjen DPP PAN Irvan Herman.

Informasi yang Ia maksud, dimana nama Irvan Herman sebut-sebut dalam kasus mahar politik pada pemilihan gunernur dan wakil gunernur Riau pada tahun 2018 yang lalu.

"Isu ini jelas dan terang benderang digulirkan untuk menyudutkan saudara Irvan Herman. Apalagi Irvan Herman juga disebut telah membuat malu dan tidak punya prestasi di PAN," ujarnya kepada Wartawan, Kamis (28/1/2021)

Sejatinya kata Zikhri, merebaknya isu uang mahar yang diminta DPP PAN adalah upaya untuk menyudutkan Irvan Herman, selaku perwakilan di DPP PAN dari Riau.

"Sekali lagi ini jelas penyerangan secara pribadi, dan juga black kampain politik yang dilakukan oleh oknum tertentu baik dari internal juga pihak eksternal diluar partai yang bertujuan menjatuhkan harkat martabat beliau selaku kader PAN," tegasnya.

"Jika memang benar ada masalah seperti yang ditudingkan. Saya pikir ada aturan partai yang haruz kita harus lalui. Jadi jangan langsung menggiring bola opini dan langsung menjustifikasi seseorang bersalah," tegasnya.

Untuk itu, Ia meminta agar semua permasalahan di internal partai, sebaiknya diserahkan ke DPP. "Biar DPP yang memutuskan salah atau tidak kader tersebut," urainya.

Zikhri juga mendesak, agar siapapun termasuk oknum yang mengatas namakan kader Partai untuk segera menghentikan segala tudingan dan fitnah terhadap Irvan Herman.

"Oknum yang menyebut Irvan Herman tidak ada prestasi, itu menurut saya salah besar dan fitnah tak mendasar. Jadi tolong dihentikan," pintanya.

Prestasi Irvan Herman sebagai Panwil dan Wasekjen di DPP kata Dia, sudah dibuktikan dengan perolehan suara beberapa kursi legislatif di daerah yang cenderung meningkat.

"Ditambah dalam Pemilukada kemarin, 2 kepala daerah dari kader PAN, yakni Bupati Siak Alfedri dan Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso berhasil duduk, belum lagi yang yang berstatus sengketa di MK, PAN juga punya peluang cukup besar untuk menang," tandasnya.

Terlebih lagi, Irvan Herman menurutnya sangat peduli dengan kader PAN. Itu dibuktikan selama menjadi Wasekjend DPP PAN dan Panwil Riau, selalu mengedepankan kader. Bahkan kata Dia lagi, dari 9 pilkada di Kabupaten/Kota di Riau, 7 diantaranya di ikuti kader murni PAN.

"Ini bukti, bahwa saudara Irvan Herman sebagai perwakilan DPP PAN pusat di Provinsi Riau sangat diperhitungkan, untuk itu hentikan fitnah," timpalnya.

Terakhir, Zikhri berpesan, agar semua kader PAN saling suport. Dan jika ada yang 'bengkok' harusnya sama-sama meluruskan. "Sekali lagi mari sama-sama satu tekad untuk membasarkan partai. Jangan malah menambah masalah dan memperkeruh keadaan. Mengenai penyataan saudara Irvan Herman yang menyebut jangan sampai ada kader partai memanfaatkan partai untuk kepentingan pribadi, saya fikir ini sah sah saja disampaikan dan semua partai mengalami hal ini," urainya.

Sebelumnya, Kader senior Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Riau, Musyaffak Asyikin kurang berkenan dengan pernyataan Irvan Herman tersebut. Bahkan Ia meminta Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, mencopot Wakil Sekjen Irvan Herman dengan alasan terlibat kasus mahar.

Bahkan secara khusus, Musyaffak menuding Irvan Herman sebagai orang yang harus bertanggung jawab. "Ketum harus punya sikap tegas, kader seperti ini tak perlu dipertahankan masuk ke struktur kepengurusan," ujarnya, Rabu (27/1/2021).

Musyaffak mengatakan sebelumnya Irvan yang merupakan anak dari mantan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah, tersebut telah melukai hati kader PAN.

"Sebelumnya pernyataan Irvan Herman sudah melukai hati kader PAN, dengan menyatakan ada kader PAN yang melakukan lobi politik untuk jadi pengurus, sementara beli pulsa saja tak mampu. Ini kan bahasa yang tendensius ini, melukai hati kader," paparnya.

Mantan anggota DPRD Provinsi Riau ini mengatakan, Irvan Herman yang punya basic pendidikan tinggi, mantan calon walikota, dan anak walikota Pekanbaru, tak pantas dengan kelakuannya seperti itu.

"Ketum harus punya sikap tegas dan copot jabatan Irvan sebagai Wasekjend. Kalau naik masalah ini ke ranah hukum, ini blunder bagi PAN," tegasnya lagi.

Tak hanya itu Musyaffak juga menyinggung Irvan yang nihil prestasi bagi partainya dan menyebutnya sebagai anak kemarin sore. "Irvan Herman ini tak punya prestasi apa-apa di PAN. Orang kader baru kok, baru anak kemarin sore saja. Memang dia ini mau menunjukkan powernya saja di DPP. Tapi saya dapat info di DPP mereka sudah gerah dengan gaya Irvan ini, dia merasa dekat dengan orang yang punya jabatan strategis di DPP," tukasnya.


Tags Politik