BRK Percepat Proses Menuju Bank Syariah Ketiga di Indonesia

BRK Percepat Proses Menuju Bank Syariah Ketiga di Indonesia

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU - Keseriusan Badan Usaha Milik Daerah, Bank Riau Kepri (BRK) untuk menjadi bank daerah dikonversikan menjadi Bank Riau Syariah, dibuktikan dengan menyosialisasikan program Bank Syariah, bersama ahli Perbankan Islam Indonesia, dan anggota DPRD Riau, melalui seminar executive overviw of Islamic Bank for Legislatif, Kamis (1/10/2020), di Menara Dang Merdu BRK.

Dirut BRK Andi Buchari, saat menyampaikan sambutan mengatakan, pihaknya akan menggesa proses konversi BRK dari bank konvensional ke Syariah. Dimana para pemilik saham dan masyarakat Riau sudah menunggu-nunggu BRK syariah, untuk dioperasionalkan di Riau, menuju perekonomian syariah.

“Tujuan kita bagaimana kami manajemen baru ini melakukan berbagai hal yang telah diputuskan oleh pemegang saham BRK. Agar BRK sesegera mungkin terealisasi menjadi Bank Syariah. Dan bagaimana kinerja ini bisa dipertahankan, di tengah-tengah masa kondisi yang sama-sama kita ketahui sedang tidak menguntungkan di tengah covid ini. Tapi juga sebisa mungkin kita tingkatkan bersamaan dangan proses konversi itu,” jelas Andi Buchari.


DPRD sebagai salah satu bagian dari pemerintahan, juga bisa lebih memahami perbankan Syariah, yang juga telah digunakan oleh negara-negara berkembang. DPRD diharapkan bisa mempercepat Peraturan Daerah bersama Pemprov.

“Jadi ini juga bagian dari program kita melalui Executive Overviw of Islamic Bank for Legislative. Pemaparan secara umum kepada anggota dewan, dan ini juga bagian dari proses konversi ke bank syariah. Dimana di dalamnya itu ada ketentuan adanya Perda BRK konversi ke BRK Syariah,” jelas Andi Buchari.

“Sebagai bagian dalam proses penyusunan Perda itu kan anggota dewan harus paham juga apa itu bank syariah, bagaimana proses pengoperasiannya, produknya apa. Dengan kepahaman bapak-bapak di dewan ini membantu kami dalam mendesain ini, dalam proses dan mengawal kita dalam proses konversi syariah,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Andi Buchari, pihaknya akan menjadikan BRK sebagai bank syariah ketiga di Indonesia setelah Bank Aceh dan NTB. Apalagi, kata dia, saat ini perbankan syariah ini sudah mengglobal, banyak bank di dunia menggunakan sistem syariah, atau lebih dikenal dengan islamic bank, atau bank Islam.

“Mudah-mudahan BRK ini menjadi bank Syariah ketiga, bank pembangunan daerah ketiga yang konvensional menjadi syariah, setelah NTB dan Aceh. Yang kami harapakan bagaimana proses konversi menjadi syariah ini secara bersama kinerjanya meningkat kemudian memberikan manfaat nyata, baik bagi masyarakat tentunya, dan juga pendapatan daerah,” ungkapnya.

“Sebenarnya perbankan Syariah ini sudah menjadi tran global, memang kata-kata syariah ini sebenarnya hanya dikenal di Indonesia, karena kalau kita melihat secara global belakang ini islamic bank sebenarnya. Kalau di global dikenal sebagai perbankan islam atau islamic bank. Kemduian di Indonesia muncul pertama kalinya Bank Muamalat, menggunakan istilah perbankan syariah. Tapi apa pun istilahnya bagaimana menjalankan prinsip perbankan ini memberikan kemaslahatan bagi masyarakat banyak,” lanjutnya.

Hadir pada seminar tersebut, Wakil Ketua DPRD Riau, Hardianto, anggota DPRD Riau Agung Nugroho, Asisten II Setdaprov Riau Evarefita, seluruh pimpinan BRK, dan karyawan BRK, dan pembicara seminar ahli perbankan Islam, Agustino Mingka, MA.


Reporter: Nurmadi