Cerita Karyawan di DKI, 80 Orang Kantor Positif Corona tapi Perusahaan Masih Buka

Cerita Karyawan di DKI, 80 Orang Kantor Positif Corona tapi Perusahaan Masih Buka

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA – Seorang karyawan di Jakarta menceritakan bagaimana lebih dari 80 orang di tempat kerjanya telah terinfeksi virus corona, namun manajemen memutuskan tidak menutup kantor meski telah berkali-kali diprotes.

Karyawan yang telah terdeteksi positif virus corona ini memaparkan bagaimana tempat kerjanya menjadi kluster baru penyebaran Covid-19 yang menulari dirinya.

"Semenjak ada covid 19 ini saya sama sekali tidak pernah beraktivitas di luar, nongkrong main itu tidak pernah. Jadi semenjak di kantor itu mulai ada, dan beberapa minggu kemudian saya tes positif, berarti ya sudah dipastikan saya yakin itu datangnya dari kantor," ungkap dia dilansir dari tayangan Mata Najwa, Kamis (17/9/2020).


Ie memastikan dirinya terinfeksi Covid-19 dari kantornya setelah mengetahui bahwa rekan-rekannya yang ada di tempat kerja terinfeksi positif, sementara teman yang ada di luar kantor hasil tesnya negatif.

Karyawan yang tak disebutkan namanya ini juga mengungkap bahwa saat ini telah ada lebih dari 80 orang dari kantornya yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

"Sekarang jumlahnya di kantor itu lebih dari 80," ungkap dia.

Namun, ia memaparkan bahwa pihak manajemen kantornya tidak kunjung menerapkan sistem bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

WFH hanya diterapkan ketika masa-masa awal pandemi melanda dan Jakarta ditetapkan PSBB untuk pertama kalinya.

"Sekarang sama sekali tidak ada WFH. Lingkungan kerja sudah kembali seperti biasa, yang tadinya mungkin ada mengakalinya dengan masuk hari ini besok libur, sekarang full hari kerja 2 hari libur," kisah karyawan itu.

Kendati di kantornya sudah menerapkan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu badan, ketersediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, namun ia mengatakan bahwa pembatasan fisik masih tidak dilakukan dengan tepat.

Ia menambahkan, usai konfirmasi adanya karyawan yang terinfeksi corona, pihak kantor juga tidak menerapkan lockdown.

"Sejak pertama ada kasus positif di kantor, itu tidak ada lockdown, bahkan saya dengar pun sudah ada yang meninggal karena covid-19 di gedung saya, saya tidak kenal, tapi tidak ada lockdown juga," kata dia.

Ia mengaku telah mengajukan protes bersama karyawan-karyawan lain ke perusahaan, namun manajemen tidak kunjung memberikan solusi yang nyata.

"Mereka tidak ada tanggapan yang solutif, hanya imbauan jaga kesehatan," ujarnya.

Bahkan, meskipun para karyawan yang terinfeksi Covid-19 telah memberi tahu jejak kontak mereka di kantor, namun tidak ada tindakan lebih lanjut yang dilakukan oleh perusahaan.

"Tidak ada, bahkan beberapa orang dari yang positif ini yang kami berikan contact tracing-nya dengan siapa-siapa di kantor, orang-orang itu tidak diimbau untuk isolasi mandiri," tandasnya.