Isu Reshuffle Kabinet Jokowi Menguat

'Trio Singa' Dapat Rapor Merah

'Trio Singa' Dapat Rapor Merah

JAKARTA (HR)-Isu tentang akan dilaksanakannya reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo, saat ini semakin kuat berhembus. Hal itu setelah Presiden Joko Widodo sudah membahas evaluasi menteri bersama partai pengusungnya di Koalisi Indonesia Hebat, Minggu (5/4) kemarin. Dari sekian banyak nama, 'trio singa' disebut-sebut mendapat rapor merah.

Ketiga menteri yang dimaksud adalah Menteri BUMN Rini Soemarno, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto dan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan.
Menurut kader PDI Perjuangan yang juga anggota Komisi III DPR RI, Masinton, Selasa (7/4), ketiga nama itu di mata kader PDIP belum menunjukkan hasil kerja yang memuaskan.

"Kalau pendapat dari antara kader-kader (PDIP, red) ya tiga nama itu," ujarnya. Penilaian itu, tambahnya, sudah pernah disampaikan langsung ke Presiden Jokowi. Tapi keputusan selanjutnya apakah akan ada reshuffle, diserahkan ke tangan Jokowi. "Reshuffle itu hak prerogatif presiden. Kita hormati itu," tambahnya.

Masinton menuturkan bahwa sebagai partai pendukung, PDIP rutin mengevaluasi kinerja para menteri. Tak hanya menteri yang merupakan kader partai banteng moncong putih itu, menteri lain juga diulas kinerjanya.

Salah seorang elite KIH yang hadir membenarkan adanya pembicaraan reshuffle kabinet. Namun waktu reshuffle belum disepakati. Semuanya akan dibungkus dalam bingkai evaluasi kinerja menteri.

Sementara itu, Sekjen Partai NasDem, Patrice Rio Capella, membenarkan adanya evaluasi terhadap kinerja sejumlah menteri yang dinilai kurang baik. Meski begitu, rencana reshuffle kabinet belum dibicarakan.

"Belum ada. Kalau kemudian ada menteri kurang, ada menteri yang bagus. Itu hal yang wajar. Dari 34, ada yang belum mengembirakan, ya itu dibicarakan," ungkapnya.

Rio menuturkan bahwa reshuffle kabinet adalah hak prerogatif Presiden. Menurutnya, KIH memaklumi apabila ada menteri-menteri yang masih belum maksimal kinerjanya.

"Itu hak prerogatif Presiden, mau menegur atau memantau. Diakui bahwa tidak semua menteri itu maksimal, bisa kita maklumi. 98 Persen orang baru. Hanya ada 3 menteri yang berpengalaman," tambah anggota Komisi III DPR ini.

Lima Menggembirakan
Sehari setelah rapat terbatas KIH itu digelar, Indo Barometer merilis hasil survei tentang kinerja menteri kabinet kerja Jokowi-JK. Hasilnya sejumlah menteri kinerjanya cukup baik, namun lebih banyak menteri yang kinerjanya kurang memuaskan.

Menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, ada lima menteri yang meraih posisi teratas karena kinerjanya dinilai menggembirakan. Mereka adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (24,1%), Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan (3,9%), Menko PMK Puan Maharani (3,4%), Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa (3,0%) dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (1,7%).

Survei tersebut dilakukan pada tanggal 15 – 25 Maret 2015. Survei dilaksanakan di 34 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden sebesar 1200 orang (margin of error sebesar ± 3,0% pada tingkat kepercayaan 95%).

Terkait hal itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly mengaku siap jika memang Presiden Jokowi akan mereshuffle kabinetnya.

Yasonna memastikan bahwa sejauh ini belum ada kabar reshuffle kabinet akan dilakukan dalam waktu dekat. Dia pun merujuk pada pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menegaskan bahwa tak ada pergantian menteri di kabinet Jokowi dalam waktu dekat ini. (bbs, dtc, ral, sis)