Cerita Wanita Mualaf, Berawal dari Iseng Puasa Ramadan hingga Masuk Islam

Cerita Wanita Mualaf, Berawal dari Iseng Puasa Ramadan hingga Masuk Islam

RIAUMANDIRI.ID – Ayesha Siddiqa mungkin tak menyangka bahwa rasa penasarannya terhadap puasa Ramadhan mengubah seluruh hidupnya. Terlahir sebagai non-Muslim, ia pun tertarik melakukan puasa Ramadhan dan itu awal hidayah Allah yang ia terima.

Bercerita pada Khaleej Times, Ayesha mengatakan momen itu terjadi pada Ramadhan 2013. Ia iseng berpuasa Ramadhan bersama sahabat perempuannya. Alasannya sepele, ingin mencobanya saja.

"Saya begitu penasaran dengan apa yang dilakukan sahabat perempuan saya. Saat dini hari, dia makan (sahur). Seharian ia menahan lapar dan haus. Selagi puasa, ia tetap menjalani keseharian dengan biasa-biasa saja, bahkan tetap beribadah. Sampai akhirnya petang datang, dia makan (berbuka). Melihat itu, saya bilang mau puasa juga," cerita Ayesha.


Selama menjalani puasa Ramadhan, sahabat Ayesha mengajarkan banyak hal, termasuk cara berpakaian. Ya, dulu Ayesha tak pernah malu memperlihatkan bagian tubuhnya ke publik. Tapi, selama jalani puasa, ia belajar menutupinya.

Hal ini ia lakukan bukan tanpa paksaan. Niatnya pun semata-mata hanya untuk menghargai orang lain yang tengah berpuasa.

Selama menjalani puasa Ramadhan, banyak hikmah yang bisa ia petik. Puasa Ramadhan juga tak membuatnya sakit atau malah merasa kekurangan, bahkan ia merasa jauh lebih baik.

Hidupnya pun jadi lebih disiplin. Makannya teratur, tidak ngemil sembarangan, dan yang luar biasanya Ayesha menjadi pribadi yang lebih dermawan kepada sesama.

"Ramadhan benar-benar mengajarkan saya arti hidup yang sebenarnya. Saya merasa tenang sekarang dan sangat bahagia," katanya.

Sampai akhirnya empat bulan setelah Idul Fitri, Ayesha meminta kepada sahabatnya untuk menuntun dia ke jalan Allah SWT. Ya, Ayesha memilih untuk menjadi mualaf, beriman kepada Allah SWT.

Setelah itu, kehidupan Ayesha benar-benar berubah. Tak ada hari tanpa membaca Alquran dan dari situ ia mendapat sesuatu yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya. Di dalam Alquran dikatakan bahwa Allah Maha Pengampun dan setiap kali ia beribadah pada Allah, Ayesha merasa seperti terlahir kembali.

Hal pertama yang ia rasakan adalah ketenangan jiwa. Ia merasa Allah SWT benar-benar dekat dengannya dalam setiap ibadah yang dikerjakan. Selain itu, ia pun merasa hidupnya lebih teratur dan itu mmebawa dampak luar biasa dalam menjalani hari.

Bagaimana dengan respons keluarga? Keluarga Ayesha menetap di India dan setelah tahu jika dia sekarang mualaf, keluarga awalnya kaget. Tapi, seiring berjalannya waktu dan Ayesha tak pernah putus memberikan pengertian dan pemahaman mengenai Islam, keluarganya pun kini senang dengan keputusan tersebut.

Agar imannya semakin kuat, Ayesha ingin sekali memiliki suami Muslim. Ia pun meminta pada Allah SWT agar dipertemukan dengan laki-laki Muslim dan luar biasanya, Allah mengabulkan doa tersebut.

Ayesha pun menikah dengan pria bernama Mohammed Umar. "Alhamdulilah, aku menikahi pria Muslim," ungkapnya sangat bahagia. Sekarang, Ayesha hidup bersama suaminya dalam ajaran Islam. Ia sangat bahagia dengan hal itu.

Menjalani hidup sebagai seorang Mualaf membuat hati Ayesha sangat tenang. Ia merasa Allah SWT telah mengangkat seluruh beban di pundaknya. Ramadhan sangat berarti baginya.

"Saya begitu dekat dengan Allah SWT setiap kali beribadah dan Ramadhan adalah momen saya benar-benar merasa dekat. Segala beban hidup seperti hilang. Saya bersyukur atas ini semua," ucapnya penuh haru.



Tags Muslim