Sentil Demo Abu Janda Cs, Rocky Gerung: Seharusnya yang Selesaikan Banjir Bukan Anies Tapi Jokowi

Sentil Demo Abu Janda Cs, Rocky Gerung: Seharusnya yang Selesaikan Banjir Bukan Anies Tapi Jokowi

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA – Pengamat politik Rocky Gerung menilai demonstrasi yang dilakukan Abu Janda Cs terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait banjir tidak tepat sasaran.

Menurutnya, pihak yang harusnya menyelesaikan banjir Jakarta adalah Presiden Joko Widodo.

Hal ini disampaikan Rocky Gerung dalam video yang diunggah ke kanal YouTube realita TV pada Selasa (14/1/2020).


Rocky mengatakan, "Yang musti menyelesaikan banjir Jakarta itu bukan Anies, tapi Jokowi".

Pembawa acara Rahma Sarita membalas, "Ini katanya sudah diselesaikan oleh Jokowi tapi Gubernurnya bandel, Anies tidak mau ikut normalisasi, naturalisasi."

Menurut Rocky, seharusnya hal itu menjadi urusan antara Jokowi dan Anies, bukan kemudian membuat demo.

"Itu kan urusan Jokowi dan Anies, bukan mendemo Anies. Artinya Jokowi tidak punya cukup aura untuk menertibkan Anies," ujar Rocky.

Rocky berpendapat seharusnya demo yang berlangsung ditujukan kepada Jokowi. Ia pun menduga demo dan berbagai hal yang ramai di media sosial adalah untuk menjegal Anies dalam Pemilu tahun 2024.

"Semua orang bersiap-siap untuk menjegal Anies. Itu masuk akal karena Anies sekarang sendirian dalam politik," kata Rocky.

Ia juga berpendapat bahwa demo yang baru-baru ini dilakukan terhadap Anies hanya berlangsung beberapa saat saja.

"Sama seperti banjir ini musiman aja, demo musiman," imbuhnya.

Untuk diketahui, sejumlah massa pro Gubernur Anies Baswedan dan kontra menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/1/2020). Dalam aksinya, mereka membawa poster yang saling bertentangan.

Untuk yang mendukung Anies mereka siap untuk mengawal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mereka yakini sebagai Gubernur pilihan Rakyat.

Sebaliknya massa yang tidak mendukung Anies menuntut agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera mundur dari jabatan Gubernur karena dinilai tidak mampu menanggulangi masalah banjir di Ibu Kota.