Aniaya Korban Hingga Tewas, Pelaku Akhirnya Ditangkap Setelah Empat Hari Buron

Aniaya Korban Hingga Tewas, Pelaku Akhirnya Ditangkap Setelah Empat Hari Buron

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU - Setelah buron selama empat hari, Dn, pelaku penganiayaan berat hingga menyebabkan korban meninggal dunia, akhirnya berhasil ditangkap aparat kepolisian di Kelurahan Pematang Reba, Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Sabtu (4/1/2020). 

Pelaku ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Bukit Raya dibantu Sat Reskrim Polresta Pekanbaru, saat berada dalam truk yang tengah parkir di SPBU Pematang Reba, Indragiri Hulu.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya melalui Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Iptu Budhia Dianda, mengatakan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Rabu (1/1) dini hari di Warung Internet (Warnet) Army yang berada di Jalan Kaharuddin Nasution, Kelurahan Air Dingin, Bukit Raya, Pekanbaru.

Saat itu, korban yang bernama Rendi Kurniwawan (17) meninggal dunia usai dirawat selama dua hari di RSUD Arifin Achmad. Korban mengalami luka berat di kepala usai dipukul pelaku menggunakan balok kayu berkali-kali.

Diceritakan Budhia, peristiwa itu berawal saat Firki teman korban duduk di luar warnet bersama rekannya yang lain. Kemudian Firki masuk ke dalam warnet untuk memberitahukan bahwa dirinya ditendang oleh orang lain.

Saat mendengar perkataan temannya tersebut, korban langsung mendatangi rombongan pelaku dengan maksud untuk mendamaikan. 

“Namun, rombongan si pelaku ini tidak mendengarkan, dan terjadilah perkelahian. Mereka ini sempat berhasil dipisahkan,” jelas Budhia.

Namun, pelaku secara tiba-tiba memukul kepala korban sebanyak 2 kali dengan kayu dan mengenai kepala bagian kiri dan korban pun terjatuh. 

“Ketika korban sudah terjatuh, pelaku masih memukul sebanyak 3 kali di bagian badan sebelah kiri. Melihat korban tak berdaya, kemudian pelaku membuang kayu dan pergi,” bebernya.

Kemudian korban dibawa ke dalam warnet oleh temannya dan sempat diberikan air minum. Kondisi korban terlihat kritis dan ia juga meminta diantar ke rumah sakit. 

“Pertama dibawa ke RS Syafira, kemudian dirujuk ke RSUD Arifin Achmad. Setelah mendapatkan penanganan beberapa hari, akhirnya nyawa korban tak tertolong lagi,” pungkas Budhia.