Unilak dan IDI Riau akan Kerja Sama Bidang Pendidikan, Bakal Dibuka Dua Konsentrasi Baru

Unilak dan IDI Riau akan Kerja Sama Bidang Pendidikan, Bakal Dibuka Dua Konsentrasi Baru

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU - Universitas Lancang Kuning dan Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Riau akan melakukan kerja sama bidang pendidikan.

Hal ini dibahas dalam pertemuan antara pihak Universitas Lancang Kuning (Unilak) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau di Kantor IDI di Rumah Sakit Awal Bros, Selasa (26/11/2019).

Dalam pertemuan ini Unilak langsung dipimpin oleh Rektor Dr Junaidi, SS, MHum, dan didampingi Sektretaris Pascasarjana Dr Helwen, Ketua Prodi Magister Hukum Dr Ardiansah, SH, MH, MAg, Kepala Kerja Sama Dr Bagyo Kadaryanto dan beberapa jajaran dosen. Sementara dari IDI hadir ketua Dr Zul Asdi, SpB, MKes dan sejumlah pengurus.


Dalam pertemuan dua petinggi institusi ini, Rektor Unilak menyampaikan rencana Unilak yang akan membuka Magister Hukum Konsentrasi Kesehatan dan Magister Manajemen Konsentrasi Rumah Sakit. "Hal ini telah direncanakan sejak awal 2018," kata Rektor.

Sementara itu Kepala Bidang Kerjasama Unilak Dr Bagyo Kadaryanto, SH, MH mengatakan, pihak Unilak sudah berbincang-bincang dan sudah ada kesepakatan awal untuk bisa bekerja sama dan IDI juga minta Unilak mengirim surat lewat institusi Universitas Lancang Kuning.

"Rektor juga sudah kirim surat ke IDI untuk bekerja sama dan bermusyawarah apa-apa saja pointnya karena tujuan akhirnya melibatkan IDI sebagai lembaga resmi Ikatan Dokter Indonesia. Anggota IDI kita libatkan sebagai tenaga pengajar, juga dalam bentuk bidang-bidang kesehatan untuk Magister Hukumnya dan untuk bidang-bidang Rumah Sakit yang berkaitan Magister Manajemen. Tapi manajemen dan hukum dipegang oleh Unilak sebagai institusi pendidikan, tapi kesehatan dan rumah sakitnya tentu mereka lebih profesional pada bidang itu," jelas Bagyo. 

Untuk itu, kata Bagyo, Unilak menggandeng IDI untuk merealisasikan rencana tersebut dan IDI sangat welcome sekali untuk menyediakan tenaga pengajar. 

"Dan mungkin mereka juga nantinya berkoodinasikan juga. Mereka juga mensosialisasikan konsentrasi ini ke IDI Provinsi Riau, karena mereka mempunyai jumlah anggota yang luar biasa sekali, hampir 3.500-an orang. Semoga konsentasi ini bisa diisi dengan IDI dan juga struktur-struktur selain IDI seperti tenaga teknis d ibidang kesehatan," pungkas Bagyo.