Dugaan Rasisme, Dosen UIN Suska Riau Husni Thamrin Minta Maaf

Dugaan Rasisme, Dosen UIN Suska Riau Husni Thamrin Minta Maaf

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU – Polemik dugaan kasus rasisme yang tengah bergejolak di kalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau sudah berakhir. Sebab, Oknum dosen yang terlibat, Husni Thamrin sudah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada mahasiswa etnis Batak, Senin (25/11/2019).

Di tengah kepungan mahasiswa, Husni Thamrin mengatakan bahwa perkataan yang keluar dari mulutnya itu tidak berniat sama sekali menyinggung perasaan siapapun, bahkan etnis itu sendiri. Dan juga, ketika itu dirinya dalam kondisi tidak fit lantaran selesai mengikuti beberapa rangkaian agenda.

"Kita sudah melakukan perdamaian ya. Saya minta maaf kepada entis batak di UIN, Provinsi Riau maupun di Indonesia. Saya rasa suasana sudah kembali kondusif. Saya juga sudah melakukan pertemuan dengan Ikatan Keluarga Batak, dan juga Tokoh Riau terkait akan hal ini," ujarnya.


Dia berharap, dengan adanya pertemuan ini, kasus yang dipicunya dapat berakhir dengan jalan perdamaian dan musyawarah. Hingga ke depannya, tidak ada lagi aksi yang menuntut dirinya. 

Sebelumnya, Husni Thamrin dilaporkan oleh Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Suska Riau ke pihak Kepolisian Daerah (Polda) Riau beberapa waktu lalu. Untuk itu, dirinya juga meminta agar laporan tersebut segera dicabut.

"Ya, tadi kita juga sudah sepakat untuk mencabut laporan tersebut. Sebab, nanti akan menimbulkan permasalahan yang baru lagi. Banyak pihak juga yang akan dirugikan, terutama mahasiswa yang menyebarkan rekaman, admin-admin juga akan terlibat," ungkap dia.

Sementara itu, Ali Jungjung Daulay selaku perwakilan mahasiswa Batak UIN Suska Riau, mengharapkan dengan permintaan maaf yang diutarakan oleh Husni Thamrin tersebut kasus itu dapat selesai secara damai. 

"Kalau di dalam Lingkup UIN Suska Riau, saya harap selesai dengan adanya permintaan maaf darinya, berarti dirinya sudah mengakui kesalahan yang dengan tidak sengaja dilakukan," kata Ali

Namun, dirinya belum bisa memastikan apakah etnis batak yang berada di luar kampus sudah bisa menerima permintaan tersebut. "Kalau itu, saya belum tahu, kan etnis batak nih banyak," jawabnya

Terkait dengan laporan, sebut Ali, dirinya melihat dulu kondisi di luar kampus, dan lagi laporan tersebut dibuat oleh Presma UIN Suska Riau yang kini tengah sedang berada di luar negeri. 

"Kemungkinan (dicabut-red). Kita lihat dulu tekanan kan. Dan juga pelapor sekarang lagi di luar negeri, Singapura. Mungkin kita tunggu kepulangan presma dulu," tutup Ali.