Fadel Muhammad Akan Berjuang Rebut Kursi Ketua MPR

Fadel Muhammad Akan Berjuang Rebut Kursi Ketua MPR

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Fadel Muhammad yang terpilih sebagai unsur Pimpinan MPR dari DPD RI berjanji akan berjuang untuk merebut kursi Ketua MPR dalam pemilihan Pimpinan MPR yang diagendakan berlangsung hari ini, Kamis (3/10/2019).

"Saya akan memperjuangan dari DPD menjadi ketua MPR,” kata Fadel ketika menyampaikan visi dan misi calon Pimpinan MPR dari unsur DPD RI, Selasa (2/10/2019) malam.

Alasan Fadel cukup kuat bagi DPD RI untuk mendapatkan pucuk pimpinan MPR RI. Karena Kelompok DPD RI di MPR memiliki jumlah kursi terbesar dibandingkan dengan fraksi-fraksi partai politik.


“Pimpinan MPR RI dari unsur DPD RI harus memperoleh posisi sebagai Ketua MPR. Kita harus memilih Pimpinan MPR dari fraksi dengan jumlah yang terbesar," kata senator dari Gorontalo itu.

Jika Ketua MPR dari unsur DPD RI, diyakinnya akan dapat memudahkan perjuangan DPD RI dalam mensejahterakan daerah.

Ketika menyampaikan visi misinya, Fadel Muhammad juga berbicara mengenai amandemen UUD 1945 untuk tujuan penguatan DPD RI. Karena hanya melalui penguatan, DPD RI dapat semakin kuat dalam melaksanakan fungsinya sebagai wakil daerah yang memperjuangkan aspirasi daerah.

“Saya menyadari untuk membuat amandemen UUD 1945 tidak mudah, tapi saya menginginkan DPD lebih berfungsi, lebih mendapatkan peran yang besar. Saya akan berjuang mati-matian agar dana transfer daerah sebesar 800T harus menjadi keputusan atau pegangan dari DPD. Jika kita ke daerah, kita bisa membawa sesuatu,” tegasnya.

Dalam proses pemilihan unsur Pimpinan MPR dari DPD RI dilakukan melalui melalui voting atau pemungutan suara. Ada empat calon yang dipilih yang mewakili masing-masing wilayah.
Fadel Muhammad berasal dari Wilayah Timur I, Yorrys Raweyai (Papuan) berasal dari Wilayah Timur II, Dedi Iskandar Batubara (Sumatera Utara) dari Wilayah Barat I, dan GKR Hemas (DIY) dari Wilayah Barat II.

Dalam pemungutan suara, Fadel Muhammad mendapat 59 suara. Sedangkan GKR Hemas (DI Yogyakarta) hanya mendapat 46 suara. Kemudian disusul Yorrys Raweyai (Papua) dengan perolehan 16 suara dan Dedi Iskadar (Sumut) dengan memperoleh 5 suara. 


Reporter: Syafril Amir