Intsiawati Ayus Siap Kawal Kasus Sengketa Tanah di Kampar dan Kuansing

Intsiawati Ayus Siap Kawal Kasus Sengketa Tanah di Kampar dan Kuansing

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Masalah sengketa lahan di Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi antara masyarakat dengan perusahaan yang terjadi sejak beberapa tahun lalu akhirnya dibahas bersama anggota DPD RI Perwakilan Riau, Intsiawati Ayus.

Intsiawati Ayus dalam pertemuan itu mengatakan bahwa ia akan mengawal kasus ini dan diharapkan segera menemukan titik temu. 

Menurut dia permasalahan sengketa lahan di Riau selalu berkembang dan berkepanjangan lantaran pemerintah daerah kurang peduli pada masalah ini.


"Masalah sengketa lahan ini tidak hanya terjadi di Riau, tetap di seluruh Indonesia juga seperti itu, tapi pemerintah daerah kurang tanggap dalam menyelesaikannya," kata dia dalam pertemuan di Ruang Rapat Kenanga Kantor Gubernur Riau, Senin (9/9/2019).

Dia berencana akan langsung turun ke lapangan menyelesaikan permasalahan ini tanpa memberatkan pihak mana pun. 

"Bulan Oktober mendatang akan dijadwalkan untuk ke lapangan bertemu dengan pihak terkait yang akan melibatkan pemerintah kabupaten/kota," kata senator asal Riau ini.

Pada kesempatan yang sama, Plt Asisten II Setda Riau Indra permasalahan sengketa tanah ini sudah lama terjadi namun tidak terpecahkan. 

"Pertemuan ini sebagai wadah untuk menyelesaikan sebagian dari sengketa lahan yang ada di Riau. Banyak sekali permasalahan sengketa di Riau, seperti di Kecamatan Singingi Hilir telah lama kasusnya. Jadi, kia berharap ini segera diselesaikan dengan damai," katanya.

Dia menambahkan Pemprov Riau telah membentuk kelompok kerja khusus yang menangani kasus sengketa lahan, namun tim Kepala Dinas LHK ini hanya berfokus pada sengketa tanah ulayat dan hutan lindung atau perhutanan sosial, bukan masalah sengketa tanah di masyarakat.

"Fokusnya beda, harusnya menjadi urusan pemerintahan kabupaten/kota terkait. Dalam pertemuan ini Pemprov menjadi fasilitator pertemuan antara DPD RI perwakilan Riau dengan masyarakat," ujarnya.


Reporter: Rico Mardianto