Alokasi APBD Provinsi Sangat Minim, Bupati: Jangan Lagi Meranti Diperlakukan Seperti Anak Tiri

Alokasi APBD Provinsi Sangat Minim, Bupati: Jangan Lagi Meranti Diperlakukan Seperti Anak Tiri

RIAUMANDIRI.CO, MERANTI - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus berupaya mewujudkan visi dan misi Bupati dalam membangun daerah. Salah satunya, menciptakan dan memastikan progres pembangunan pulau-pulau di Kabupaten Kepulauan Meranti berjalan lancar serta sesuai mutu atau kualitas yang diinginkan. Di samping itu, juga mensejahterakan dan menjadikan masyarakat tangguh dalam berbagai bidang.

Berikut wawancaran ke beberapa narasumber terkait upaya Pemkab Meranti dalam pemerataan pembangunan daerah.

Sambil duduk santai di Kedai Kopi Warung Kita, penulis mencoba bertanya ke seorang tokoh masyarakat bernama Kenun.


Warga Jalan Dorak Selatpanjang Timur ini berharap dengan adanya pemerataan pembangunan akan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

"Masyarakat harus mendukung pemerintah. Biar ruginya Rp10 ribu satu meter, akan tetapi daerah maju dan untungnya ke masyarakat juga," katanya.

Intinya, sebut Kenun, masyarakat jangan takut dalam membangun bersama pemerintah. Walaupun sedikit memberi, namun ke depan daerah akan maju.

"Saya selaku masyarakat, tentunya mendambakan pembangunan secara merata. Terutama daerah kita sebagai daerah pulau-pulau, perlu suntikan dana dalam hal membangun serta membuka peluang ekonomi yang lebih lagi," ucap Kenun.

Di tempat terpisah, seorang pengusaha bernama Regar menuturkan, masyarakat sebagai penikmat pembangunan juga harus bersinergi bersama pemerintah.

"Salah satunya, kita kaya akan tanaman sagu dan mangrove. Itu harus kita gali agar masyarakat kita tidak banyak lagi bekerja di luar negeri atau luar daerah. Kalau perlu mereka kembali ke daerah dan mengembangkan daerah kita," ucap Regar seraya menegaskan, walaupun mereka orang luar tetapi sudah tinggal di daerah Meranti berarti mereka wajib membangun bersama daerah Meranti.

"Kiita tidak usah muluk-muluk untuk hal membangun. Kita bangun komunikasi dahulu bersama masyarakat. Dan kita harapkan, pembangunan merata di daerah kita, terutama akses menghubungkan pulau-pulau di daerah kita agar kedepanya maju. Sehingga bisa bersaing dari kabupaten/kota se Riau," ujar mantan pengusaha sagu di Meranti ini.

Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Meranti Ariyadi menyampaikan, Dinas Perhubungan dalam membangun daerah telah membuat pelatihan bersama (diklat) Sekolah Pelayaran bagi masyarakat. Bahkan dalam waktu dekat, Sekolah Tinggi Pelayaran akan memberikan sertifikat. Dan itu gratis. Lalu mereka akan membuat Sekolah Pelayaran kedua untuk masyarakat.

"Peluang ini harus kita tangkap dalam menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat," ujar Ariyadi.

Butuh Pemikiran Jenius

Dalam membangun Kabupaten Kepulauan Meranti butuh proses yang sangat panjang. Bahkan juga diperlukan pemikiran yang jenius.

"Kita butuh pemikiran yang jenius untuk mengembangkan kota kita. Misalnya kita mempunyai sagu, lalu mangrove yang harus dikembangkan untuk mendukung perkembangan pembangunan Meranti dalam bidang industri," ujar tokoh masyarakat Meranti, Amyurlis alias Ucok.

Sebagai orang yang dipercaya duduk di kursi DPRD Provinsi Riau, Ucok mengajak Pemerintah Provinsi Riau dengan Pemerintah Kabupaten Meranti saling bersinergi, terutama dalam bidang peningkatan jalan akses menuju Meranti.

"Saat ini, kita ada dua armada laut. Misalnya Naga Line dan Meranti Express. Bagaimana dua armada ini bisa saling berbagi penumpang agar akses menuju Meranti berjalan baik. Lalu lahan parkir di Buton sudah kita bicarakan dengan Bupati Siak agar membenahi fasilitas parkir Pelabuhan Buton," jelas politisi Golkar ini.

Sementara, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Darwin Suandi menyampaikan, dewan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) beberapa waktu lalu telah melakukan peninjauan progres pembangunan jalan di 3 kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Peninjauan telah dilakukan di Kecamatan Tebing Tinggi, tepatnya pembangunan Jalan Pramuka Dorak. Kemudian, peninjauan pembangunan jalan dilanjutkan di Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir, tepatnya pembangunan Jalan Peranggas-Kayu Ara. Dari hasil peninjauan diperkirakan sudah mencapai 90 persen," ujar Darwin.

Di sisi lain, anggota Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Taufiek mengungkapkan, anggota DPRD Meranti telah berhasil melakukan peninjauan yang dilaksanakan bersama Dinas PUPR Meranti terhadap hasil pembangunan jalan. Dari hasil pengecekan langsung di lapangan, pembangunan jalan juga memiliki kualitas yang baik.

"Dari peninjauan yang kita lakukan, hasil pembangunan sudah memadai. Di sini juga kita sempat mengecek dengan melihat langsung kondisi pembangunan jalan yang masih dalam tahap pengerjaan maupun pembangunan jalan yang sudah siap," ujarnya.

Selain pembangunan jalan, pengecekan juga dilakukan di pelabuhan penyeberangan kapal Roll on - Roll off  (Ro-Ro) di Desa Insit, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Pelabuhan penyeberangan ini akan melayani rute tujuan Pecah Buyung Desa Bantar, yang menghubungi Pulau Tebingtinggi dengan Pulau Rangsang.

Selain itu, Pelabuhan Ro-Ro di Desa Bantar sudah selesai dikerjakan pada tahun 2018 lalu. Sedangkan Pelabuhan Ro-Ro di Desa Insit progres pembangunannya juga sudah selesai.

Peninjauan itu dilakukan pihak DPRD Kepulauan Meranti bersama pihak Dinas Perhubungan (Dishub) serta hadir juga perwakilan dari Seksi Transportasi Sungai Danau Pulau (SDP) Komersial dan Perintis Balai Pengelola Trasnsfortasi Darat Wilayah IV Riau Kepri.

"Alhamdulillah, sampai Hari Raya idul Fitri kemarin sudah bisa dipergunakan oleh masyarakat Meranti yang menggunakan roda empat dari Pekanbaru menuju Buton dan selanjutnya menuju ke Desa Insit ini," tuturnya.

Taufiek juga mengatakan, dipakainya Pelabuhan Roro untuk jalur penyeberangan dari dan menuju Pulau Sumatera dikarenakan sampai saat ini akses Roro Kampung Balak belum bisa dilalui.

"Sampai saat ini kita belum menemukan solusi untuk permasalahan jalur Kampung Balak. Di sana jalannya masih tenggelam. Untuk itu Pelabuhan Roro Desa Insit ini bisa dipakai," ungkapnya.

Sementara pekerjaan tambahan seperti jalan pendukung akan segera dikerjakan tahun ini yang sudah dianggarkan melalui APBD Kepulauan Meranti. Jalan penghubung dari Jalan utama menuju Pelabuhan Roro sepanjang 700 meter ini sudah dianggarkan sebesar Rp3 miliar.

Evaluasi

Anggota DPRD Meranti Komisi II Dedi Putra, SHi juga menyampaikan, kemungkinan tinggal satu setengah tahun lagi masa Bupati Kepulauan Meranti. Dengan masa Bupati Kepulauan Meranti tersebut, tentunya sejauhmana OPD terkait meningkatkan visi dan misi Bupati Meranti. 

"Hanya tinggal berapa persen kekurangan harus dikejar oleh OPD terkait, terutama terkait sasaran dan arah pembangunan sesuai visi dan misi bupati yang ada saat ini," ungkap politisi PPP ini.

Seharusnya, kata Dedi Putra, OPD agar melakukan evaluasi. Namun pihaknya mendorong evaluasi tiga bulan terhadap pekerjaan. 

"Kita juga melakukan rapat kerja, dan kunjungan langsung ke lapangan," tukasnya.

Anggota Komisi II DPRD Meranti Asnawi saat berbincang bersama wartawan belum lama ini menyambut baik pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Meranti di semua kecamatan, terutama jalan poros dan pembagunan pelabuhan yang menjadi penghubung dan urat nadi perekonomian masyarakat.

Upaya serta kerja keras masyarakat bersama anggota DPRD Komisi II, menurut Asnawi, memang pantas diacungi jempol. Pasalnya Asnawi mendukung sepenuhnya pembangunan Kecamatan Merbau dan juga Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Saya sudah melihat infrastruktur dan pembangunan yang ada di sana, pembangunan harus segera digesa,” ujarnya.

Bukan hanya pembangunan infrastruktur saja, namun peningkatan pemberdayaan masyarakat pun sangat perlu dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Sebaiknya, Kecamatan Merbau dan Pulau Merbau tidak boleh ketinggalan dari segala aspek pembangunan dan harus mulai berbenah. Cara jitu, melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat,” jelas Asnawi.

Selanjutnya, kata Asnawi, kegiatan yang harus ditingkatkan berupa Pelatihan Peningkatan Sumber Daya Manusia, kegiatan peningkatan ekonomi masyarakat dan kegiatan kesehatan masyarakat sehingga terhindar dari penyakit.

”Dengan adanya pembagunan yang cepat dan tepat akan terciptanya pembangunan berkualitas di masyarakat kita,” ungkap Asnawi.

Di lain kesempatan, Camat Merbau, Wan Fakhriarmi, SSos menyampaikan, yang utama pihak Pemerintah Kecamatan Merbau dilakukan saat ini yakni menggesa pembangunan jalan poros yang diharapkan mampu merata untuk semua desa di Kecamatan Merbau.

“Kegiatan masyarakat, Puskesdes serta pembangunan pendidikan selalu ditonjolkan dalam Musrenbang oleh Desa Sungai Tengah. Namun ada sebagian kendala yang perlu pembenahan pembangunan yang langsung bisa dirasakan masyarakat,” jelas Wan Fakhriarmi, saat berbincang dengan penulis.

Dalam setiap kali Musrenbang, sebut Camat, selalu diusulkan terkait jalan poros, yakni desa mana yang menjadi urat nadi yang bersifat membangun desa di Kecamatan Merbau.

“Sudah berkali-kali diusulkan sejak saya menjadi camat di awal 2017 lalu, sudah tiga kali diusulkan. Mudah-mudahan tahun ini dapat dikerjakan jalan poros menjadi urat nadi perekonomian masyarakat tersebut,” ungkap Wan Fakhriarmi yang optimis bisa terealisasi.

Fakhriarmi juga mengatakan, pihak Kecamatan Merbau terus berupaya membantu pertumbuhan pembangunan desa, yang segera direalisasikan tahun depan. Sehingga  masyarakat secepatnya bisa merasakan pembangunan dan perubahan daerah secara bertahap.

Orang nomor satu di Kecamatan Merbau itu menjelaskan, dalam pembangunan desa di Kecamatan Merbau. Pola gotong royong dalam berbagai hal terus digalakkan. Ini dilakukan agar masyarakat dan pemerintah desa bisa terus ikut aktif berperan dalam pembangunan desa.

Selain itu, terkait masalah pendidikan, kerja keras Desa Sungai Tengah sudah bagus. Mulai dari pertumbuhan ekonomi sudah berjalan dengan baik, rata-rata masyarakat kita hanya memotong karet (getah, red) dan nelayan.

“Dengan adanya perkembangan desa-desa yang semakin maju, kita berharap jalan poros di desa itu bisa terealisasi dengan baik dan mengangkat ekonomi dan menciptakan lapangan perkerjaan,” ungkapnya.

Bangun Infrastruktur di Perbatasan

Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar dalam suatu kesempatan mengunjungi Kabupaten Kepulauan Meranti menjelaskan, saat ini dana yang ada di APBD Provinsi Riau berkisar Rp9 triliun. Jika dana itu dipergunakan untuk membangun 12 kabupaten/lota di Riau jelas tak cukup. Saat ini Pemprov Riau tengah fokus melakukan pembangunan infrastruktur jalan untuk membuka akses daerah. 

Dan salah satu solusi untuk membantu daerah kepulauan seperti di Kabupaten Meranti, menurut Gubri, dengan cara menjadikan jalan-jalan di Meranti masuk jalan nasional. 

"Dana-dana di kementerian agar dapat digunakan untuk membangun infrastruktur di daerah perbatasan atau terluar Indonesia seperti di Meranti," paparnya.

Sebagai langkah awal, jelas Gubri, Pemprov Riau akan memastikan jalan-jalan di Riau terkoneksi untuk memastikan status jalan apakah masuk Provinsi atau Nasional. Dengan begitu, penyaluran bantuan keuangan dari provinsi dan pusat untuk infrastruktur jalan menjadi jelas dan tidak menimbulkan masalah kedepan. Sebab jika jalan sudah bagus otomatis ekonomi meningkat.

Untuk mensukseskan hal ini, Gubri berencana akan mengundang Kepala Dinas PU, Bappeda dan Pertanian se kabupaten/kota untuk membahas berbagai program strategis termasuk di Meranti. 

Untuk Meranti, sebut Gubri, salah satu yang menjadi fokus Pemerinta Provinsi Riau dengan mengaktifkan penyeberangan penghubung Pulau Sumatera dengan Kepulauan Meranti. 

"Kita akan menyepakati penyeberangan terdekat penghubung Pulau Sumatera dengan Meranti. Apakah di Air Mabuk, Putong. Selain itu, penyebrangan yang menghubungkan Pulau Rangsang dengan Provinsi tetangga Kepri," jelasnya lagi.

Hal ini, menurut Syamsuar, harus segera diputuskan sebelum Pemprov Riau selesai menyusun RPJMD daerah. Sebab jika tidak tuntas, penyusunan RPJMD Provinsi Riau akan terkendala.

Infrastruktur Dasar Sangat Lemah 

Tokoh masyarakat Riau Wan Abu Bakar berharap Gubri mampu mengayomi kabupaten yang ada di Riau, khususnya Kepulauan Meranti yang sangat dikenal oleh Syamsuar. Terutama dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar yang masih cukup minim. 

"Sedih saya melihat kondisi jalan di Meranti. Infrastruktur dasar sangat lemah. Semoga kedatangan Pak Gubernur Syamsuar memberikan arti penting bagi pembangunan Meranti ke depan," ucap mantan Gubernur Riau itu.

Sementara itu, orang nomor wahid di Kota Berjuluk Sagu yakni, Bupati Irwan mengakui, kedatangan Gubernur Riau memang sangat dinanti masyarakat dalam rangka mendukung pembangunan Meranti. 

"Karena memang Meranti sangat membutuhkan bantuan dari Provinsi Riau. Saat ini secara statistik tingkat kemiskinan di Meranti di atas angka 28 persen. Neski jauh menurun dari awal berdiri dengan angka kemiskinan 43 persen, namun angka kemiskinan yang aman minimal harus berkisar 20 persen," jelas Bupati.

Dan masyarakat miskin terbanyak, ungkap Bupati, berada di perkampungan masyarakat suku terasing yang tinggal di pulau-pulau dan pinggiran sungai yang sulit dijangkau. Rata-rata mereka hidup miskin dengan tingkat pendidikan yang masih rendah.

Dalam mengatasi tingkat kemiskinan di Meranti yang masih cukup tinggi, Bupati Meranti yakin Gubernur Riau tahu apa yang harus dilakukan. Apalagi Syamsuar pernah menjabat dan pernah tinggal lama di Negeri Sagu.

Seperti diceritakan Bupati, selama ini sebagai sebuah kabupaten baru, Meranti seolah dianaktirikan dengan alokasi APBD Provinsi yang sangat minim.

"Pak Syamsuar pasti dapat membantu kami. Jangan lagi Meranti diperlakukan seperti anak tiri," ucapnya lagi.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Meranti untuk mendukung pemerintahan Gubernur Riau terpilih itu agar apa yang diprogramkan dapat berjalan dengan baik dalam rangka memajukan Riau.

Setelah mendengar masukkan dari Wan Abu Bakar dan Bupati Meranti, Gubernur mengaku sadar serta sependapat dengan penjelasan para pemimpin Meranti itu seraya berharap dukungan doa dari masyarakat Riau khususnya Meranti agar mampu mengemban amanah sesuai yang dicita-citakan dan membangun Riau Lebih baik.

Penulis: Tengku Harzuin