Hukrim

Polisi Buru Pemilik 18,8 Kg Sabu yang Ditemukan di Bengkalis

Anggota Polres Bengkalis melakukan identifikasi terhadap temuan sabu-sabu dalam bungkusan plastik bergambar boneka panda oleh warga di sebuah warung kue sebanyak 16 bungkus dengan berat sekitar 18,8 kg. (Antara)

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Polda Riau melalui Direktorat Reserse Narkoba terus memburu pemilik 18,8 kilogram sabu-sabu yang ditemukan pedagang kue di Desa Gerilya, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, baru-baru ini.

"Kami masih terus mendalami pemiliknya. Setelah terungkap baru bisa kita simpulkan," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Suhirman, seperti dilansir Antara, Senin (15/7/2019).

Sebanyak 16 paket sabu-sabu dengan berat total mencapai lebih 18,8 kilogram ditemukan warga dalam sebuah kantong plastik hitam. Sontak temuan pada Sabtu (13/7) kemarin itu membuat geger masyarakat.

Temuan narkoba tak bertuan sejatinya bukan yang pertama kalinya di Bengkalis. Pada 25 Juni 2019, warga juga menemukan ribuan butir pil ekstasi yang juga tidak diketahui asal dan pemiliknya.

Suhirman mengatakan Polda Riau dan Polres Bengkalis masih terus menyelidiki kedua kasus itu. Dia mengatakan tidak tertutup kemungkinan kedua kasus itu saling berkaitan.

Lebih jauh, dia juga memastikan bahwa narkoba yang ditemukan itu identik dengan hasil pengungkapan Polda Riau dan jajaran selama beberapa waktu terakhir, yakni dibungkus rapi dalam kemasan teh aksara China.

"Identik, sama dengan kasus yang kita ungkap sebelumnya," ujarnya.

Peredaran narkoba di Provinsi Riau begitu mengkhawatirkan. Garis pantai yang memanjang dari Rokan Hilir hingga Indragiri Hilir dan melintasi Dumai, Bengkalis serta Meranti menjadi sasaran empuk para penyelundup narkoba.

Sepanjang 2018 lalu, sebanyak 2.261 tersangka narkoba yang diproses Jajaran Kepolisian Daerah Riau. Sementara itu, lebih dari 325 kilogram sabu-sabu senilai ratusan miliar turut disita penegak hukum.

Angka itu melebihi target yang ditetapkan kepolisian pada saat itu yang hanya 200 kilogram. Selain sabu, puluhan ribu ekstasi turut membanjiri Riau sepanjang tahun lalu.

Sementara hingga medio 2019 ini, penyelundupan narkoba sepertinya tak kunjung surut. Lebih dari 95 kilogram sabu serta lebih dari 80.000 pil ekstasi dan Happy Five kembali disita Polisi hingga sepanjang tahun ini.

Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Susanto mengatakan hingga Juli 2019 ini, terdapat 1.071 tersangka dijerat kasus narkoba. Angka itu berpotensi meningkat mengingat Polda Riau terus menabuh genderang perang melawan narkoba.

"Hingga saat Polda Riau dan jajaran telah menangani 783 kasus dengan total 1.071 tersangka. Total barang bukti sabu-sabu yang disita mencapai 95,71 kilogram, 62.762 ekstasi dan 17.430 butir Happy Five," kata Sunarto.


[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar