Nasional

Ini Calon Terkuat Ibu Kota Baru RI

Ilustrasi

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Calon lokasi ibu kota baru Indonesia hampir dipastikan pindah ke pulau Kalimantan. Sejak disebutkan bahwa ibu kota bakal pindah dari Jawa ke luar Jawa, Kalimantan memang menjadi calon terkuat lokasi ibu kota baru Indonesia.

Terakhir, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebut, ibu kota Indonesia hampir pasti pindah ke Kalimantan. 

"Dan pemindahannya (ibu kota) hampir pasti ke Pulau Kalimantan, tinggal penentuan lokasi," katanya.

Berdasarkan kajian awal sebelumnya, setidaknya ada dua lokasi yang paling kuat menjadi calon ibu kota baru Indonesia. Kedua lokasi tersebut ada di Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Berikut kajian dasarnya:

Kalimantan Tengah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan kunjungan ke calon ibu kota baru, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Menurut Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Kalteng punya nilai tambah dari sisi akses udara, yakni memiliki Bandara Tjilik Riwut. Kemudian, daerah bebas bencana gempa bumi, dan banjir.

Selain itu, kata Bambang, daerah juga tidak berbatasan langsung dengan batas negara sehingga rendah risiko konflik, serta memiliki ketersediaan lahan yang luas.

"Ketersediaan lahan yang luas dengan 70% status hutan produksi konversi (bebas konsesi) dan hutan produksi dengan konsesi hutan alam," ungkap dia dalam Talkshow di Bappenas, Jakarta, Kamis (16/5) lalu.

Hanya saja, Kalteng memiliki beberapa kelemahan, seperti jauh dari pelabuhan, ketersediaan air tanah yang terbatas, dikelilingi daerah gambut, dan kondisi demografi yang homogen.

"Ini jauh dari laut padahal kita negara maritim kan perlu pelabuhan. Kemudian air tanah terbatas masih harus mengandalkan air sungai, ada gambut rentan kebakaran," paparnya.

Kalimantan Timur

Sementara, untuk Provinsi Kaltim, Bambang menyimpulkan keunggulan yang dimiliki daerah ini yakni memiliki akses transportasi lengkap baik udara, darat, dan laut. Kaltim juga memiliki infrastruktur jaringan energi dan air yang bersih yang cukup memadai.

Nilai tambah lainnya, yakni struktur demografi yang heterogen yakni sebagian penduduk merupakan pendatang, bebas bencana serta memiliki ketersediaan lahan yang luas.

Sedangkan untuk nilai kelemahan, Bambang mengatakan hanya rawan banjir dan sumber daya air tanah yang rendah.

"Kalimantan Timur itu kelemahannya rawan banjir serta ketersediaan sumber air tanah hang masih rendah," katanya.

Hal di atas juga diamini oleh mantan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono yang juga ikut dalam proses awal wacana pemindahan ibu kota negara. Dari paparan Sumarsono, Kalimantan Tengah unggul dari sisi ketersediaan lahan dan fakta historis, di mana Presiden Soekarno sempat menunjuk kota Palangka Raya sebagai ibu kota masa depan Indonesia. Sementara Kalimantan Timur unggul dari sisi dukungan infrastruktur yang lebih memadai dan juga lahan.

"Yang paling kuat Kalimantan Timur walaupun Soekarno dulu bilang di (Kalimantan) Tengah karena mereka infrastrukturnya sudah bagus. Sudah ada dua bandara, pelabuhan dan jalan yang bagus," kata Sumarsono dalam diskusi di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (9/5) lalu.

Dari sisi lingkungan, dosen IPDN tersebut mengatakan tak menjadi persoalan. Keseimbangan lingkungan bisa dilakukan dengan mengganti jumlah hutan yang dipakai dengan membangun hutan lainnya di daerah lain.

"Lingkungan itu istilahnya kita bisa tebang satu pohon, kita tanam sepuluh di tempat lain. Itu bisa diatur," katanya.

Meski kedua provinsi itu menjadi calon kuat lokasi ibu kota baru negara dan telah dikunjungi oleh Presiden Jokowi, namun saat ini belum ada keputusan mengenai calon ibu kota baru Indonesia. Presiden Jokowi juga dikabarkan masih akan mengunjungi calon ibu kota lainnya yang juga masuk dalam radar sebelumnya, yakni Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat.


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar