Hukrim

Begini Cara Setya Novanto Kelabui Petugas yang Mengawal Hingga Tinggalkan Rumah Sakit

Setya Novanto

RIAUMANDIRI.CO -  Setya Novanto, terpidana kasus korupsi e-KTP yang juga mantan Ketua DPR RI, berhasil mengelabui petugas Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin yang menjaganya di rumah sakit. Ia bebas bepergian dan kembali ke Lapas Sukamiskin tanpa pengawalan.

Seperti diketahui, mantan Ketua Umum Golkar itu sempat dirawat di RS Santosa, Rabu (12/6) karena penyakit jantung. Keberadaannya dicek langsung oleh Kakanwil Kemenkumham Jabar, Liberti Sitinjak.

Namun, pada Jumat (14/6) kemarin, foto Setya Novanto diduga di sebuah toko furnitur tersebar di media sosial. Ia terlihat ditemani oleh istrinya.

Liberti mengatakan, Setya Novanto berhasil mengelabui petugas yang mengawalnya di rumah sakit. Saat itu ia berada di lantai 8, kemudian meminta izin untuk ke lantai dasar membayar biaya administrasi rumah sakit.

Petugas yang mengawal lantas percaya karena Setya yang memakai kursi roda ditemani istrinya. Selain itu, petugas harus membereskan sejumlah barang untuk dibawa kembali ke Lapas Sukamiskin.

"Dia permisi ke bawah alasannya untuk bayar perawatan administrasi," kata Liberti, Ahad (16/6).

Petugas pengawal lantas menunggu di ruang perawatan Setnov. Namun, sudah sampai 2 jam lamanya, Novanto tak kunjung kembali ke ruang perawatannya.

"Saat di cek ke bawah ternyata nggak ada, dia (pengawal) tunggu-tunggu, baru masuk atau kembali lagi (ke Lapas Sukamiskin) pukul 17.45 WIB," katanya.

Dengan demikian, ia menyatakan kepergian Setya Novanto bersama istrinya di toko furniture tanpa pengawalan.

"Pasti nggak dikawal lah, kan begitu ceritanya," ucapnya.

Akibat ulahnya itu, Setya Novanto dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur, Bogor. Di tempat yang terkenal dengan penjara napi teroris itu, ia akan mendapat pengawalan lebih ketat.

"Saya hukum dia ke Gunung Sindur biar kapok, kalau gak kapok-kapok, gak tau musti diapain lagi," kata Liberti

Tak Ada Permintaan Pengawalan

Petugas yang mengawal Setya Novanto saat di Rumah Sakit Santosa Kota Bandung dari Lapas dan Polsek Arcamanik.

Kapolsek Arcamanik Anang Suhanji membenarkan bila anggotanya ikut mengawal Novanto dari Lapas ke RS Santosa Bandung setelah ada permohonan berobat ke Santosa.

"Pada saat berangkat dari lapas ke rumah sakit prosesnya diopname. Polisi hanya mengawal, pengamanan di rumah tanggung jawab lapas," jelas Anang.

Ia menegaskan anggotanya tidak ikut mengawal saat Novanto pergi Padalarang. Anggotanya juga tidak lagi mengawal saat Novanto kembali ke Lapas Sukamiskin.

"Tidak ada pengawalan (ke toko furnitur). Setelah itu pulang, tidak ada minta pengawalan. Keterangan anggota saat pulang gak ada permintaan pengawalan," kata Anang.


[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar