Potret Desa Batang Malas, Jalan Base Terus Dibangun, Posyandu Jadi yang Terbaik di Meranti

Potret Desa Batang Malas, Jalan Base Terus Dibangun, Posyandu Jadi yang Terbaik di Meranti

RIAUMANDIRI.CO, MERANTI - Sejak resmi menjadi Kepala Desa Batang Malas, Kecamatan Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada tahun 2015 silam, upaya membangun desa dan memberikan pelayangan terbaik kepada masyarakat terus dilakukan Abdul Aziz hingga saat ini. 

Selain itu, prioritas Abdul Aziz dalam membangun desa adalah di bidang kesehatan dan pendidikan, serta kesejahteraan masyarakat Desa Batang Malas.

Bahkan Posyandu dan Puskesdes desa ini juga menjadi yang terbaik di Kabupaten Meranti.


"Posyandu desa kami jadi yang terbaik, termasuk Puskesdes. Di bidang pendidikan kami sangat unggul dengan kwalitas sekolah yang cukup baik," ujar Abdul Aziz kepada Riaumandiri.co, Jumat (15/3/2019) siang.

Lebih lanjut Abdul Aziz menuturkan, sejak awal memimpin desa pada tahun 2015 lalu, perjuangan untuk masyarakat selalu diusulkan setiap digelarnya Musyawarah Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tebing Tinggi Barat. 

Usulan demi usulan telah disampaikan di Musrenbang demi terciptanya desa yang maju dan bersaing dari segala aspek.

"Secara kasat mata, pembangunan jalan base sudah membaik yang menghubungkan Desa Alai Selatan dengan desa kami. Namun anggaran untuk membangun desa dari Dana Desa sangat minin dan pihak kecamatan tidak punya anggaran untuk desa," ungkap Aziz.

Untuk pembangunan jalan melalui Dana Desa (DD) sudah ia lakukan sejak tahun 2015 silam hingga dirinya menjabat kepala desa saat ini.

Kata Aziz lagi, dalam membangun desa memang pihaknya terkendala dengan keterbatasan Dana Desa (DD). Sedangkan pembangunan jalan, selain jalan desa, ada jalan kabupaten dan juga jalan wewenang provinsi dan pusat.

"Saat ini ada Jalan Pelajar Desa Batang Malas, akses menuju Desa Tenan. Tahun pertama belum berhasil, namun tahun ini kita usulkan untuk dibangun, sehingga jalan itu bisa dilewati masyarakat sehingga ekonomi masyarakat kami terangkat," harap Aziz.

Ia berharap, dengan rata-rata mata pencaharian penduduk dari hasil menoreh getah (karet) ojol yang relatif murah, ke depannya harus dipikirkan secara bersama Desa Batang bisa menjadi industri karet yang sangat bagus.

"Kalau bisa terciptanya industri karet, otomotis ekonomi masyarakat kami lebih terangkat. Tapi kebanyakan masyarakat kami banyak pindah dan bekerja di luar daerah," beber Aziz dengan mata berkaca-kaca.

Kepala Desa Batang Malas Abdul Aziz.

Hal senada juga disampaikan Camat Tebing Tinggi Barat Drs Said Zamhur, MSi kepada Riaumandiri.co, bahwa Desa Batang Malas butuh perhatian lebih karena desa tersebut berpengasilan rendah.

"Masyarakat Desa Batang Malas berpengasilan hanya dari karet, dan belum bisa terangkat dengan baik. Masih banyaknya pembangunan butuh sentuhan pihak Kabupaten, Provinsi maupun Pusat demi peningkatan ekonomi masyarakat," ujar Said Zamhur.

Kendati demikian, kata Camat, Desa Batang Malas merupakan desa yang aktif dalam setiap kegiatan di tingkat kecamatan dan berhasil menjadi Posyandu terbaik di Meranti.

"Soal pelayanan kesehatan sangat bagus, terutama Puskesdes cepat dalam pelayanan kepada masyarakat. Kalau pendidikan di Desa Batang Malas sudah baik, namun perlu sentuhan lebih banyak lagi. Sekolah masih dalam tahap membangun," jelas Said Zamhur.

Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan, MSi.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan, MSi menyampaikan kepada awak media, tugas terpenting dalam membangun bagaimana masyarakat bisa aman, nyaman dan beriman.

Dijelaskan Bupati, kalau sudah aman dan masyarakat nyaman dan beriman, tentunya berhasil suatu daerah. 

Saat ini persoalan utama yang sedang dihadapi Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini adalah tingginya angka kemiskinan.

"Hampir 28 persen lebih, ini adalah tingkat kemiskinan yang tertinggi di Riau dan termasuk tinggi di Indonesia," ujar Bupati.

"Saya mengharapkan seluruh program yang direncanakan itu harus berorientasi pada bagaimana kita bisa menurunkan angka kemiskinan," tegasnya.

Diakui Irwan bahwa angka kemiskinan dari awal pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti memang mengalami penurunan. Pada tahun 2009, tingkat kemiskinan berada di angka 34 persen.

Walaupun demikian hal tersebut dikatakan Irwan tidak membuat perangkat daerah berpuas diri.

"Semua kita harus bekerja keras. Bagaimana tingkat kemiskinan ini bisa kita tekan seminimal mungkin," ujarnya.

Bupati mengatakan tahun ini, Pemkab menargetkan menurunkan angka kemiskinan 5 persen.

"Terakhir pada tahun 2020 kita targetkan tingkat kemiskinan bisa kita turunkan hingga 23 persen," tuturnya.

Oleh sebab itu Irwan mengatakan seluruh SKPD bisa melakukan penajaman program.

Selain itu, kata Irwan, yang terpenting juga adalah bagaimana menjadikan mata rantai pintu masuk di Kepulauan Meranti menuju ke daerah kota. Hal ini sedang kita laksanakan dan kita usulkan untuk dibangun.

"Saat ini menjadi kendala dalam membangun yaitu lahan. Jika BPN siapkan lahan yang bekerjasama dengan masyarakat, sekarang bisa dibangun oleh pusat. Jadi, tinggal kita lagi," ujarnya.

Bupati menambahkan, jika pintu masuk ke pusat kota banyak, otomatis ekonomi masyarakat membaik, angka kemiskinan menurun. "Itu tugas berat di akhir massa jabatan tahun terakhir ini," pungkasnya. (Advertorial/Angga)