Pemilu 2019

Bawaslu Kampar Gelar Rakor Lintas Sektoral Pelaksanaan Pemilu 2019

Pimpinan Bawaslu Kampar Marhaliman membuka Rakor Lintas Sektoral.

RIAUMANDIRI.CO, BANGKINANG KOTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabuaten Kampar menggelar Rapat Kordinasi Lintas Sektoral dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Tahun 2019 di Ruang Pertemuan Stanum Bangkinang Kota, Kamis (14/3/2019).

Hadir dalam acara tersebut, Staf Ahli Bupati Kampar Aliman Makmur, Perkopimda Kampar, Panwascam se Kabupaten Kampar, Camat dan Kades yang memiliki potensi kerawan.

Pimpinan Bawaslu Kampar Marhaliman saat membuka acara mengungkapkan pelaksanaan Rakor Lintas sektoral tentang indeks kerawanan Pemilu sesuai instruksi dari Bawaslu RI untuk mengukur sejauhmana kesiapan dan kondisi yang terjadi di Kabupaten Kampar.

"Apalagi mengingat luasnya wilayah yang cukup luas dengan 21 Kecamatan,  251 desa, dengan jumlah 2229 TPS berdasarkan data yang kami terima dari KPU. Indeks kerawanan penting kita bahas bersama dalam rangka menyukseskan Pemilu 2019," ungkap Marhaliman.

Mantan Ketua Panwascam Bangkinang Kota ini membeberkan bahwa Bawaslu Kampar sudah menerima laporan-laporan terkait potensi kerawanan di daerah-daerah perbatasan, diantaranya ditemukan alat peraga kampanye dari Caleg Rokan Hulu di 5 desa Kecamatan Tapung Hulu Kampar.

"Kerawanan itu sudah muncul, kami herharap Pak Camat dan Kades yang diundang untuk melakukan koordinasi disetiap kegiatan, baik dari tokoh masyarakat, perwakilan parpol   dan lembaga yang konsen dengan pemilu," bebernya.

Sementara itu Staf Ahli Setda Kampar Aliman Makmur yang mewakili Bupati Kampar memaparkan ada 4 hal yang harus dilakukan untuk meminimalisir indeks kerawanan.

"Empat hal itu adalah pertama penyelenggara memberikan pemahaman tentang regulasi yang jelas kepada masyarakat tentang pemilu, sampai kepada perbedaan money Politik dan cost politik, jangan sampai ini tak dipahami oleh masyarakat karena bisa memicu kerawanan," ungkap Mantan Kadis Ketahanan Pangan Kampar ini.

Yang kedua, lanjut Aliman Makmur, adanya peserta yang kompeten serta memahami aturan Pemilu, ketiga Penyelenggara yang berintegritas, dan yang ke empat ASN TNI Polri yang netral.

"Beritengritas itu simple memiliki sifat Siddik, Amanah Tabligh, Fatonah," pungkasnya.

Reporter: Ari Amrizal


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar