BKSDA Inhu Pasang Kamera di Dua Desa untuk Pantau Keberadaan Harimau Sumatra

BKSDA Inhu Pasang Kamera di Dua Desa untuk Pantau Keberadaan Harimau Sumatra

RIAUMANDIRI.CO, RENGAT - Pasca penampakan tiga ekor harimau di Desa Tanah Datar, Kecamatan Rengat Barat,  Tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)  Ops Rengat melakukan pemasangan kamera pemantau atau kamera track pada dua desa.

"Selain dari Desa Tanah Datar, kamera kami pasang juga di Desa Sungai Baung yang diperkirakan menjadi daerah perlintasan Harimau tersebut," ungkap Humas BKSDA Ops Rengat, Permohonan Lubis, Kamis (28/2/2019). 

Dikatakannya, kamera yang dipasang tersebut akan dilihat hasilnya per sepuluh hari. Jika nantinya hasilnya positif, maka akan dilaporkan ke pimpinan untuk proses tindakan selanjutnya, apakah akan dilakukan pemasangan kerangkeng atau atau akan dilakukan pembiusan jika ditemukan tempat berdiamnya. Kesulitan untuk evakuasi memang ada karena wilayah tersebut adalah pemukiman masyarakat.


Diungkapkannya, keberadaan harimau tersebut diprediksi ada beberapa ekor. Selain yang terlihat oleh warga. 

Baca Sebelumnya: Penampakan Harimau Gegerkan Warga Tanah Datar

Pihaknya mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti SOP yang telah diberitahukan melalui sosialisasi kepada pihak desa. 

Warga juga diminta untuk berhati-hati di daerah aliran sungai, karena lokasi ini biasanya bisa dijadikan tempat mandi dan mencari makan harimau tersebut. Apalagi jika anak Harimau tersebut sudah berumur di atas 2 tahun, maka akn lepas dari induknya untuk mencari makan sendiri.

Ditambahkannya lagi, jika sudah dewasa, maka anak yang terpisah dari induknya tadi, akan timbul libidonya untuk kawin dan akan kembali bersatu dengan induknya. "Warga jangan coba untuk mengintai-intai Harimau tersebut karena akan sangat berbahaya," tegasnya. 

Reporter: Eka BP



Tags Inhu