Riau

Hadiri Acara Penyuluh Agama, Syamsuar Berpamitan: Saya Pergi Tidak Meninggalkan Utang

RIAUMANDIRI. CO, SIAK - Bupati Siak Syamsuar menghadiri kegiatan Koordinasi Penyuluh Agama Islam yang bertemakan "Aktualisasi Peran Penyuluh Agama (Dai) dalam Upaya Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia" di Gedung Tengku Maharatu Siak Sri Indrapura, Rabu (9/1/2019).

Pada kesempatan itu Syamsuar juga berpamitan kepada para hadirin karena dalam waktu dekat dirinya akan dilantik sebagai Gubernur Riau. Dia mengatakan juga akan berpamitan kepada setiap kecamatan di Kabupaten Siak.

"Saya pergi tidak meninggalkan utang. Bahkan uang kita tahun anggaran 2018 masih berlebih. Uang kita Rp200 miliar lebih," ungkap Syamsuar. 

"Visi kami adalah terwujudnya Kabupaten Siak yang maju dan sejahtera dalam masyarakat yang agamis dan berbudaya Melayu serta menjadi tujuan pariwisata di Sumatra. Masyarakat yang agamis tentunya masyarakat yang beriman kepada Allah SWT," kata Syamsuar.

Ia menambahkan, yang ingin dicapai Pemerintah Kabupaten Siak hingga 2021 ialah mewujudkan sumber daya yang berkualitas, sehat, cerdas, berakhlak, beriman, bertakwa, dan berbudaya melayu.

"Di bidang ekonomi yang saya terapkan ialah sesuai Perda Nomor 24 tahun 2017 tentang Pariwisata Halal dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia," sambungnya.

Selain itu, kata Syamsuar, daerah Siak juga cocok untuk mengembangkan ekonomi syariah. 

"Insya Allah Bank Riau-Kepri akan kita konversikan menjadi Bank Syariah. Ini bagian dari komitmen kami," katanya.

Jika ada yang bertanya bahwa jabatannya sebagai Bupati Siak tidak sampai tahun 2021, kata Syamsuar, maka dirinya akan menjawab tegas bahwa dirinya akan tetap bertanggung jawab dan terus mengawal sampai tahun 2021.

Pada kesempatan itu, Syamsuar menyinggung soal ATM beras, program dari Baznas Kabupaten Siak. Menurutnya program itu baru berlaku di Kabupaten Siak dan akan berlanjut ke semua kecamatan. 

Tujuannya untuk membantu kaum duafa di Siak, terutama warga miskin tapi, dari program itu diharapkan mereka mau salat subuh berjamaah. 

"Caranya dia datang ke masjid kemudian dia bisa mengambil kartu untuk mengambil beras sekira 5 kg. Setiap salat subuh dia akan dapat beras," katanya. 

Lebih lanjut Syamsuar mengatakan, komitmen Pemerintah Kabupaten Siak tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) Kabupaten Siak Tahun 2005-2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Siak Tahun 2011-2016. 

Penjabarannya yaitu melanjutkan program dan kegiatan terkait pendidikan Islam yang sudah ada, menambah jumlah kampung sakinah secara berangsur-angsur di seluruh kecamatan di Kabupaten Siak, dan mengoptimalkan peran CSR dari perusahaan-perusahan yang ada di Kabupaten Siak melalui forum CSR untuk membantu pembangunan pendidikan Islam di Kabupaten Siak.

 

Reporter: Darlis Sinatra


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar