Kritik Kisi-kisi Pertanyaan Debat, Jurkamnas Prabowo-Sandi: Kayak Ujian SD Saja

Kritik Kisi-kisi Pertanyaan Debat, Jurkamnas Prabowo-Sandi: Kayak Ujian SD Saja

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - KPU akan memberikan daftar pertanyaan kepada kedua pasangan capres-cawapres sebelum debat berlangsung. Juru kampanye nasional pasangan Prabowo-Sandi, Putih Sari mengatakan hal tersebut tidak lazim.

"Hal tersebut tidak lazim dalam pelaksanaan kontestasi demokrasi di Indonesia. (pemberian) kisi-kisi pertanyaan untuk debat ini seperti anak SD yang mau menghadapi ujian lalu diberikan kisi-kisi pertanyaan," ujar Putih Sari saat dihubungi, Selasa (8/1/2019).

Lebih lanjut, Putih Sari menambahkan bahwa idealnya pelaksanaan debat berlangsung secara natural untuk mengukur pemahaman pasangan capres dan cawapres terhadap masalah dan kondisi di Indonesia.


"Debat publik bertujuan untuk menunjukkan kepada rakyat Indonesia tentang kapasitas dan kapabilitas capres dan cawapres. Jadi harus berjalan apa adanya, setiap paslon menunjukkan ide dan gagasannya bukan unjuk kekuatan hafalannya," ujarnya.

Terakhir, Putih Sari yang kembali maju sebagai Caleg DPR RI Partai Gerindra di Dapil Jabar VII meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta dengan nomor urut 1 ini mempertanyakan pemahaman pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam memahami permasalahan di Indonesia.

"Pak Jokowi kan sudah satu periode menjabat Presiden RI, harusnya lebih siap dalam menghadapi debat kandidat jadi tidak perlu bawa contekan lagi. Kalau masih perlu contekan, berarti empat tahun ini kerjanya ngapain saja," tutupnya.

Seperti yang diketahui, KPU memutuskan daftar pertanyaan dalam debat Pilpres 2019 nanti bakal diberitahukan ke capres-cawapres, untuk selanjutnya diundi lagi mana pertanyaan yang bakal dikemukakan di forum debat. Metode 'bocoran' pertanyaan dalam debat seperti ini menuai kontroversi.

Debat capres-cawapres pertama akan mengusung tema 'Hukum, HAM, dan Terorisme', digelar pada 17 Januari. Namun sekitar sepekan sebelumnya, daftar pertanyaan akan diberitahukan ke capres-cawapres, dalam hal ini pihak Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.