Hukrim

Polisi Buru Pembuat dan Pengunggah Video Hoax Wanita Bunuh Diri di Gedung Mal SKA

Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Riau

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menegaskan video dua orang wanita bunuh diri dengan cara meloncat dari gedung tinggi, merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks. Terkait itu, polisi akan memburu pembuat dan pengunggah video tersebut.

Dalam video berdurasi 30 detik tersebut tercantum teks lokasi 'MAL SKA PEKAN BARU'. Dimulai dari detik pertama, telah terlihat satu orang wanita dengan mengenakan pakaian warna putih tergeletak. Diduga, dia nekat bunuh diri dengan terjun dari gedung yang tinggi.

Terang kejadian itu membuat warga yang berada di sekitar lokasi heboh. Pandangan warga kemudian beralih ke atas. Ternyata di sana telah bersiap-siap seorang wanita akan melakukan hal yang sama.

Pada detik ke-12, suara gemuruh warga terdengar. Benar saja, sekitar detik ke-20, wanita tersebut terjun. Sangat jelas suara hempasan badan wanita tersebut di tanah. Melihat hal itu, sejumlah warga histeris.

"Astaghfirullah 'al azim. Astaghfirullah," ucap sejumlah warga.

Video ini kemudian menyebar di media sosial dan sejumlah WhatsApp Group (WAG). Wita Sumarni (36), salah seoang warga Pekanbaru, mengaku telah melihat video tersebut. Ibu tiga orang anak mengatakan pertama sekali mengetahui video tersebut pada Kamis (3/1) sekitar pukul 11.00 WIB.

"Saat saya tiba di kantor, lalu buka HP (telepon seluler,red). Pas lihat group WA, saya melihat ada video yang dikirim oleh salah seorang teman," ungkap Wita yang juga merupakan praktisi hukum ini.

Dalam unggahan video itu, sang teman mengatakan video tersebut memang bukan terjadi di Pekanbaru. Meski begitu, warga Jalan Kaswari Kecamayan Sukajadi ini, tetap miris melihat video tersebut.

"Terkejut juga lah. Anak saya aja sempat bertanya, 'Ma, apa betul ada orang bunuh diri di (Mal) SKA?'. Saya jelaskan, itu tidak benar," lanjut Wita.

Video itu, terang Wita, sangat meresahkan warga. Dia berharap, pihak yang membuat dan mengunggah video tersebut dapat ditindak sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

"Polisi harus usut pembuat dan penyebar video tersebut. Agar tidak ada lagi hal seperti ini di tengah-tengah masyarakat," harap Wita Sumarni yang diamini rekannya, Weny Friaty.

Menanggapi hal tersebut, Polda Riau angkat bicara. Ditegaskan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Riau, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, video tersebut merupakan informasi yang tidak benar.

"Itu hoaks (informasi tidak benar,red) tu," tegas saat dikonfirmasi Riaumandiri.co, Kamis petang.

Dari penelusuran, video itu diketahui merupakan kejadian bunuh diri di Apartemen Gateway Bandung, pada medio 2017 lalu. Terkait hal itu, pihak kepolisian akan menyelidiki pihak yang mengunggah dan penyebar video bohong tersebut.

"Kita lihat nanti siapa pengunggah dan penyebar (video tersebut)," tegas mantan Wadir Resnarkoba Polda Metro Jaya itu.

Reporter: Dodi Ferdian


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar