Perekaman Biometrik untuk Jamaah Umrah Riau-Kepri Minim Peralatan dan Petugas

Perekaman Biometrik untuk Jamaah Umrah Riau-Kepri Minim Peralatan dan Petugas

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU – Perekaman biometrik sidik jari dan wajah sebagai syarat permohonan visa ke Saudi Arabia di Provinsi Riau dinilai merugikan Pengusaha Travel dan Jama'ah Umrah.

Perusahaan VFS/TasHeel sebagai penanggung jawab perekaman biometrik yang berkantor di Jalan Adi Sucipto, Pekanbaru dinilai tidak profesional dan melaksanakan perekaman di tempat yang tidak representatif, sehingga jamaah asal Provinsi Riau dan Kepulauan Riau merasa kesulitan dan gagal untuk diberangkatkan ke tanah suci sesuai jadwal yang telah ditetapkan jauh-jauh hari.

Dari pantauan di lapangan, Jumat (21/12), terlihat hanya 2 alat perekaman dengan 3 orang operator yang mengoperasikan komputer untuk melayani perekaman biometrik calon jamaah umrah yang akan diberangkatkan dalam waktu dekat ini dari sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Riau dan di Kepulauan Riau. 


Calon jamaah yang akan diberangkatkan ketanah suci terlihat harus antre berjam-jam menunggu giliran perekaman, bahkan harus tertidur akibat lamanya menunggu giliran untuk perekaman hingga larut malam. 

Sementara itu, perekaman biometrik yang dilakukan petugas sangat tertutup dan sempat melarang sejumlah wartawan untuk masuk melakukan pengambilan gambar.

Wakil Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI ) Sumbagut H. Ibnu Mas'ud menjelaskan, pelayanan perekaman biometrik seperti ini sangat disayangkan. Selain merugikan penyedia jasa travel, perekaman ini dinilai tidak siap dan seperti dipaksakan untuk melayani masyarakat.

“Kita yang akan melaksanakan ibadah ke tanah suci, selain tempatnya yang tidak representatif, hal ini akan berdampak gagalnya keberangkatan jamaah ke tanah suci sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujar Ibnu Mas’ud.

Ibnu Mas'ud berharap, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama dapat menyikapi hal ini dengan secepatnya agar tidak berlarut-larut sehingga masyarakat yang telah jauh-jauh hari mempersiapkan keberangkatan untuk melaksanakan ibadah ke tanah suci, gagal berangkat dikarenakan keterlambatan perekaman biometrik yang dilakukan oleh VFS/Tass heel. 

“Kita berharap alat perekaman ini ditambah lagi dan di tempat perekaman yang layak, sehingga jamaah yang hendak melaksanakan ibadah ke tanah suci dapat menunggu dengan nyaman dan tidak menguras tenaga dan waktu sehingga jamaah pun dapat menjalankan ibadah dengan baik sesuai yang di harapkan mereka," tutupnya.

Hal senada juga di ungkapkan Tomi, salah seorang penyedia jasa tour and travel di Riau. Dirinya sangat kecewa dengan pelayanan dan proses perekaman biometrik yang dilakukan pihak perusahaan VFS/Tass.

"Kita sangat kecewa dengan pelayanan perekaman seperti itu, kenapa perekaman biometrik harus dilakukan menumpang di Kantor Pos seperti ini. Selain tempatnya sempit, alatnya cuma 2 unit dan calon jamaah umroh harus menunggu lama di sini,” jelasnya.

“Kasihan kan. Coba bayangkan dari Natuna, Pulau Burung, dan daerah terpencil di Riau dan kepulauan Riau harus menunggu lama untuk antre perekaman belum lagi biaya penginapan yang harus dikeluarkan untuk menginap di Pekanbaru. Apalagi jamaah yang akan berangkat jamaah yang lansia. Kita berharap pihak perusahaan yang dipercaya untuk melakukan perekaman ini tidak terfokus melayani di Pekanbaru saja, tapi juga melayani di setiap Kabupaten/ Kota yang ada di Riau dan Kepulauan Riau,” katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan Ibadah Haji dan Umrah Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau, Abdul Wahid, saat melakukan sidak mengatakan, pelaksanaan perekaman ini memang perlu dilakukan perbaikan-perbaikan lagi, baik dari SDM dan alat perekaman juga perlu adanya penambahan.

Menurutnya, tidak cukup hanya dua alat perekaman saja, tapi seharusnya ditambah lagi, sehingga tidak terjadi penumpukan-penumpukan calon jamaah umroh yang akan melakukan perekaman biometrik ini. Selain itu juga dibutuhkan tempat yang memadai agar calon jamaah dapat menunggu dengan nyaman dan tidak kelelahan menunggu. 

“Kita berharap Penyedia jasa Tour dan Travel dapat berkoordinasi dengan baik dan dapat mengatur jadwal perekaman dengan petugas yang ada agar penumpukan untuk perekaman tidak terjadi,” kata Wahid. 

Reporter: Nurmadi