Ma'ruf Amin Ngomong 'Budek-Buta', Gerindra: Tak Cerminkan Ulama Besar

Ma'ruf Amin Ngomong 'Budek-Buta', Gerindra: Tak Cerminkan Ulama Besar

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin menyebut hanya orang 'budek' dan 'buta' yang tidak bisa melihat kinerja Presiden Joko Widodo. Gerindra menilai pernyataan Ma'ruf tidak mencerminkan sosok ulama besar.

"Nggak perlu Pak Ma'ruf kayak marah-marah gitu dengan ngatain orang 'budek' dan 'buta' kalau tidak bisa melihat prestasi Jokowi, itu terkesan kasar dan ambisius, tidak menggambarkan sosok beliau sebagai ulama besar yang memberi kesejukan. Kok tiba-tiba berubah? Beliau sebagai ulama besar tak lagi mencerminkan sebagai ulama besar, nggak sepatutnya," ujar anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, saat dihubungi, Sabtu (10/11/2018).

Menurut Gerindra, adalah wajar jika masyarakat tidak puas atas prestasi Jokowi selama memimpin Indonesia. Karena itu, Gerindra menerangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menawarkan program-program yang bisa memperbaiki kondisi bangsa.


"Tapi intinya kalau nggak puas soal pertumbuhan ekonomi, harga, kenapa Kiai Ma'ruf harus marah-marah? Yang Pak Prabowo dan Bang Sandi tawarkan adalah perbaikan ekonomi, keterbukaan lapangan pekerjaan, serta harga sembako yang terjangkau," kata Andre.

Sebelumnya, Ma'ruf menilai sudah banyak prestasi yang dibuat pemerintahan Jokowi. Kecuali, kata Ma'ruf, orang 'buta' dan 'budek' yang tidak yang bisa melihat prestasi tersebut.

"Orang sehat bisa dapat melihat jelas prestasi yang ditorehkan oleh Pak Jokowi, kecuali orang budek saja tidak mau mendengar informasi dan kecuali orang buta saja tidak bisa melihat realitas kenyataan," ujar Ma'ruf Amin dalam sambutan deklarasi Barisan Nusantara, di Jalan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, hari ini.