Pramugari Asal Tanah Datar Korban Lion Air Rencananya Bakal Dilamar Tahun Depan

Pramugari Asal Tanah Datar Korban Lion Air Rencananya Bakal Dilamar Tahun Depan

RIAUMANDIRI.CO, TANAHDATAR - Kisah haru mengiringi tragedi kecelakaan pesawat Lion Air JT-610. Sederetan cerita menguras air mata terhampar. Nan paling perih adalah kisah Mery Yulyanda, pramugari asal Sungayang, Tanah Datar itu berencana akan dilamar kekasihnya April tahun depan.

Postingan @apryfadhil di Instagram sesak oleh komentar. Seribuan orang berdoa. Ratusan banyaknya yang mengaku menangis membaca kata demi kata yang dituliskan Fadhil. 

Setiap sujud aku salalu mendoakan kamu sayang, aku memohon dan berharap kepada Allah untuk satukan kita, sampai kamu menjadi penyemangat hidup aku” tulis Fadhil. Inilah yang mengurai air mata.


Dari postingan Fadhil diketahui kalau dia dan Mery berencana akan melakukan prosesi lamaran, April 2019 mendatang. “Dan untuk cita-cita kita bersama ke depan, kamu ingin jadi istri aku dan aku pun ingin kamu menjadi ibu buat anak kita nanti, tapi Allah berkehendak lain, setiap langkah dan tujuan aku selalu memohon kepada Allah untuk bisa bersama kamu.Kamu harus kembali bulan April 2019, kita akan lamaran sayang, kamu kembali ya sayang, gak ada seorang pun yang bisa menggantikan kamu sayang. Bagaimana keadaanmu, aku akan tetap terima apa adanya” sambung Fadhil.

Fadhil juga terus berharap Tuhan menjaga pujaan hatinya itu. “Ya Allah, hamba mohon lindungi Mery dimana pun dia berada. Berkat syafaat Rasullah dan para ulama, para ambiya dan para syuhada, semoga baik-baik saja. Amin ya Allah. Engkau Maha Segalanya

Doa untuk Mery tak hanya datang dari Fadhil, orang-orang di kampung halamannya juga demikian. Mery gadis asal Tanjung Sungayang, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar. Dia alumni alumni SMK Sumaniak Tanah Datar dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar.

"Mery Yulyanda memang warga kami di Tanjung Sungayang, dia pernah sekolah di IAIN Batusangkar, tapi hanya sekitar dua semester, kemudian pindah ke Jakarta bersama keluarganya. Kami terus berdoa agar Mery selamat,” tutur Wali Nagari Tanjung Sungayang, Faze Andrif dikutip Haluan, Senin (29/10).

Mery merupakan anak semata wayang dari pasangan Yulmahdi (46) dan ibunya Aida. Keduanya sering merantau dan pernah tinggal di Bogor dan Jakarta. "Mery pindah ke Jakarta sudah sekitar tiga tahun lalu dan sekitar dua tahun menjadi pramugari di Lion Air. Saat kuliah dia melamar menjadi pramugari, setelah dinyatakan lulus ia mengakhiri kuliahnya di IAIN Batusangkar dan mengikuti pendidikan pramugari di Jakarta," ujar Faze Andrif di rumah keluarga korban bersama warga setempat.