IPSI Kampar Taja Penataran Wasit Juri dan Pelatih Pencak Silat

IPSI Kampar Taja Penataran Wasit Juri dan Pelatih Pencak Silat

RIAUMANDIRI.CO, BANGKINANG - Pengurus Kabupaten Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kampar taja penataran Wasit-Juri dan Pelatih Pencak Silat. Penataran ini digelar di GOR Perguruan Walet Puti Jalan Suka Jaya Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang, 23-28 Oktober 2018.

Penataran ini dibuka secara resmi oleh Ketua Pengkab IPSI Kampar M. Salim. Hadir pada kesempatan tersebut Pengurus Kabupaten IPSI Kampar, pelatih dan instruktur Internasional dan Nasional.

Penataran ini terbagi dalam dua sesi yakni sesi teori dan sesi praktek. Untuk teori dilaksanakan dua hari 23-24 Oktober 2018 di GOR Walet Puti Desa Tarai Bangun, dan dilanjutkan dengan praktek 25-28 Oktober 2018 saat dilaksanakan Kejuaraan Kabupaten Pencak Silat yang digelar di GOR Pencak Silat Desa Muara Uwai Kecamatan Bangkinang.


Ketua Pengkab IPSI Kampar M. Salim saat membuka penataran tersebut menyampaikan bahwa penataran ini dinilai sangat penting dan strategis dalam upaya meningkatkan  sumber daya, pengetahuan dan pemahaman wasit juri dan pelatih di Kabupaten Kampar. 

"Melatih wasit juri dan pelatih memang membutuhkan pemahaman yang cukup tinggi, dan kemampuan Wasit Juri dan Pelatih senantiasa harus ditingkatkan terus," ujar Salim.

Salim mengingatkan bahwa waktu penataran atau pelatihan wasit juri dan pelatih ini padat mengingat materi yang disampaikan cukup banyak dan waktunya singkat. "Mari kita manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, kurang paham tanya dan instruktur kita Insya Allah bisa menjawabnya dengan baik karena instruktur kita adalah instruktur Internasional dan Nasional," ujar Salim.

Diingatkan Salim, para wasit juri dan pelatih Kabupaten Kampar harus memiliki  motivasi yang tinggi untuk memajukan pencak silat. "Kita semua pecinta silat, kita pelaku pencak silat, mari kita majukan pecak silat, salah satunya dengan cara meningkatkan sumber daya kita," ingatnya.

Disampaikan Salim pelatihan ini menjadi bekal bagi wasit juri dan pelatih untuk mengikuti pelatihan yang lebih tinggi seperti di Provinsi dan Nasional sekaligus untuk menghadapi berbagai kejuaraan pencak silat yang akan diikuti oleh wasit juri dan pelatih. 

"Kalau ada penataran tingkat Provinsi atau lebih tinggi, kita sudah punya dasar dan bekal untuk itu," ujar Salim.

Dipenataran ini akan diberikan pemahaman bagaimana aturan pencak silat yang benar, kode etik dan sebagainya. "Diperguruan kita mungkin punya aturan masing-masing, namun ada aturan secara nasional yang mengikat kita, disinilah kita dalami bagaimana aturan yang berlaku secara nasional atau internasional," ujarnya.

Selama pelatihan ini berbagai materi disampaikan oleh instruktur di antaranya, kode etik wasit juri dan pelatih, peraturan pertandingan pencak silat, teori/penilaian kategori tanding dan TGR (Tunggal Ganda Regu), dasar-dasar Kepelatihan Pencak Silat, penyusunann program/periode kepelatihan, praktek perwasitan dan kepelatihan, studi kasus. Sedangkan instruktur di antaranya Ceko Yasika (wasit juri internasional), Yance WR (wasit nasional), Eli Susanti (pelatih nasional), Ade Hendra, M.Salim, dan Angga Septiadi.

Peserta pelatihan sebanyak 30 orang yang tidak saja diikuti oleh wasit juri dan pelatih dari perguruan yang ada di Kabupaten Kampar tapi juga ada yang diikuti perguruan dari luar Kabupaten Kampar.

Materi yang disampaikan juga merujuk kepada buku peraturan pertandingan wasit juri IPSI yang diterbitkan Pengurus Besar IPSI. Materi dalam buku ini merupakan hasil keputusan Munas IPSI XIII Tahun 2012 di Jakarta 22-23 Oktober 2012 jo Rakernis IPSI Jakarta 20 Oktober 2012. 

Dalan buku panduan tersebut dimuat aturan pencak silat seperti pedoman perwasitan pencak silat, pedoman wasit juri, pedoman pelaksanaan tugas wasit dan juri, tata cara penentuan pemenang, dan pedoman juri kategori tunggal, ganda dan regu. 

Dari pantauan Riaumandiri.co, pelaksanaan penataran berjalan lancar dan sukses. Para peserta aktif bertanya dan diskusi. Semua pertanyaan dapat dijawab secara gamblang oleh instruktur.

Reporter: Herman Jhoni



Tags Kampar