Riau

Sawah di Dua Kecamatan Diserang Hama, Kadis Pertanian Siak Salahkan Petani

Sawah petani padi di Kabupaten Siak (dok. RMC)

RIAUMANDIRI.CO, SIAK - Tanaman padi di dua Kecamatan di Kabupaten Siak diserang hama wereng. Dua Kecamatan tersebut yakni Bungaraya dan Sabak Auh. 

Akibat diserang hama, sejumlah petani mengaku merugi. Hal itu dikemukan oleh salah seorang petani padi Kampung Belading, Bullah.

"Padi kami habis diserang wereng, hasil panen kami merosot hingga 50 persen," ungkap Bullah, Jumat (20/7/2018).

Bullah menjelaskan, jika panen biasanya mereka memperoleh 5 ton padi, kini jauh merosot dengan hanya mendapatkan 2,5 ton.

"Hampir rata-rata padi petani diserang hama wereng di sini. Kami berahrap pemerintah cepat turun tangan menangani masalah ini," pintanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Siak, Muhtarom, meminta Dinas Pertanian agar intens melakukan pengawasan di lapangan terkait keluhan petani.

"Hama wereng ini sangat berbahaya dan sangat merugikan petani. Untuk itu pemerintah melalui dinas pertanian agar bisa segera merespon keluhan petani ini," kata Muhtarom.

Ia juga meminta, dinas segera turun ke lapangan untuk melihat langsung keluhan masyarakat.

"Petani sudah sangat merugi, biaya dan hasil panen jauh hasilnya disebabkan wereng ini," tutur politikus PKB itu.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Siak, Budiman Safari mengatakan, penyebab ada hama wareng di sawah petani, dikarenakan tidak adanya penjagaan oleh petani terhadap sawah mereka.

"Mungkin karena petani kemarin pulang kampung untuk lebaran, maka sawahnya tidak dirawat. Bisa dilihat, hama tersebut merupakan wereng coklat namun sudah berubah menjadi putih. Wareng putih ini timbul karena wareng coklat tidak dibasmi segera," kata Budiman.

Budiman mengaku, pihaknya seminggu yang lalu sudah turun untuk melakukan penyemprotan ke sawah-sawah petani.

"Kalau masih ada werengnya, kami minta petani untuk menyemprot kembali," kata dia.

Terkait masalah bantuan dari dinas, Budiman mengaku sudah menurunkan bantuan kepada petani, namun tidak semua dapat, karena anggaran tersebut merupakan anggaran dari provinsi.

"Kalau masih kurang, kita berharap petani bisa patungan untuk bisa membasmi hama wareng ini," katanya.

Reporter: Effendi


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar