Ini Pertimbangan Demokrat Jika Merapat ke Jokowi

Ini Pertimbangan Demokrat Jika Merapat ke Jokowi

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Partai Demokrat (PD) menanti pengumuman dari Presiden Joko Widodo untuk menentukan siapa sosok cawapresnya di Pilpres 2019. Sosok cawapres Jokowi akan menentukan sikap Demokrat, dan di antara yang menjadi pertimbangan ialah sosok cawapres yang bersahabat dengan Demokrat.

"Ya terutama secara personal harus tidak punya masalah dengan Partai Demokrat, friendly terhadap Demokrat, itu secara personal. Tapi secara ideologi harus seperti apa yang disampaikan Pak SBY, ideologi Pancasila, merangkul semua komponen bangsa itu menjadi syarat-syarat yang umum," ujar Ketua DPP PD Ferdinand Hutahaen, Ahad(15/7/2018).

Ferdinand menegaskan, saat ini Demokrat belum menentukan sikap apakah akan merapat ke Jokowi atau Prabowo. Demokrat masih menunggu, terutama keputusan dari Jokowi untuk menentukan siapa pasanganya untuk bertarung di Pilpres 2019.


"Karena kami paham betul, Partai Demokrat kalaupun bergabung dengan koalisinya Pak Jokowi tidak akan mungkin dapat porsi wapres. Artinya apa? Jadi posisi wapresnya Pak Jokowi itu sangat menentukan bagi Partai Demokrat apakah Partai Demokrat akan mendukung atau tidak," katanya.

Menurut Ferdinand, Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sudah menyampaikan syarat-syarat yang harus dipenuhi jika hendak mendapat dukungan Demokrat di Pilpres 2019. Yang menjadi pertimbangan lainnya adalah sosok cawapres tersebut harus sejalan dengan rencana politik Demokrat ke depan. 

"Jadi tentu bahwa posisi Wapresnya Pak Jokowi itu sangat menentukan bagi rencana politik Partai Demokrat. Nah kalau wakilnya Pak Jokowi itu berpotensi menghambat peluang rencana Partai Demokrat ke depan, ya tentu Partai Demokrat tidak akan mendukung," ungkapnya.

"Jadi di situ seperti apa nanti ya kita lihat, jadi kita menunggu keputusan Pak Jokowi. Makanya sebetulnya kami sangat berharap agar Pak Jokowi dalam waktu dekat ini sudah mengumumkan wakilnya kalau memang sudah ada, sehingga Partai Demokrat bisa mengambil sikap apakah akan mendukung Pak Jokowi atau tidak," imbuhnya.

Demikian halnya dengan pertimbangan Demokrat jika nantinya mendukung Prabowo Subianto. Meski dalam waktu dekat ada rencana pertemuan antara Gerindra dan Demokrat, Ferdinand belum mengetahui pasti hasilnya.

"Ya nanti kita lihat seperti apa, tetapi ya posisi Partai Demokrat tetap di situ melihat jalan politik Partai Demokrat ke depan tidak akan terhambat yang pertama. Yang kedua pertanyaannya kembali ke situ, rakyat ini dapat apa sih sebetulnya dari Pilpres ini. Yang paling penting rakyat itu dapat apa," tuturnya.

Ferdinand menilai, para elite saat ini disibukkan dengan bagi-bagi jabatan, kursi, hingga kekuasaan. Namun rakyat di bawah belum jelas mendapat apa dari kekuasaan tersebut.

"Rakyat di bawah ini pertanyaannya dapat apa dari semua kesibukan para elite ini bagi-bagi kekuasaan? Ini yang menjadi fokus Partai Demokrat, rakyat dapat apa, yang kedua jabatan wapres itu tidak boleh menghambat rencana politik Partai Demokrat ke depan," ucapnya.

Ferdinand kembali menegaskan, sosok cawapres yang bersahabat akan membuat Demokrat merapat ke salah satu calon di Pilpres 2019. Menurutnya hal itu mutlak bagi Demokrat.

"Kalau cawapresnya yang bermusuhan dengan Partai Demokrat tentu Partai Demokrat tidak akan mendukung, karena apa? 2024 nanti kan Pak Jokowi sudah tidak akan maju, ya kalau dia menang lagi 2019, artinya apa, wakilnya kan berpotensi untuk kemudian maju merunning sebagai capres," paparnya.

"Nah tentu di Pemilu 2024 kan Partai Demokrat punya harapan juga dong kembali maju, berkuasa dan running untuk kembali bertarung di Capres-cawapres. Kalau wakilnya tidak friendly dengan Demokrat ya sulit kami mendukung," jelasnya.

Sebelumnya, SBY menegaskan jika partainya masih menunggu siapa sosok yang dipilih Jokowi mendampinginya sebagai cawapres. Sikap serupa juga diambil beberapa partai lain. Hal itu sangat penting untuk menentukan sikap selanjutnya.

SBY menyatakan Partai Demokrat bukan menjadi bagian dari koalisi pemerintahan. Pun juga tidak menjadi bagian dari oposisi.

"Dengan demikian apabila Presiden Jokowi menetapkan siapa cawapresnya dalam waktu dekat ini maka pengambilan keputusan Partai Demokrat akan bisa dilaksanakan lebih cepat lagi, lebih resmi, lebih definitif dari sekarang," kata SBY di sela pulang kampung ke Pacitan, Jawa Timur, Ahad (15/7).



Tags CAWAPRES