2018, REI Riau Targetkan 12.500 Rumah Layak Huni

2018, REI Riau Targetkan 12.500 Rumah Layak Huni
RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Kebutuhan properti di Riau terus menunjukkan peningkatan, kondisi ini seiring dengan mulai membaiknya daya beli di tengah masyarakat. Dari survei yang dilakukan secara nasional, penjualan properti di kuartal IV menunjukkan angka yang cukup tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya, yakni 3,02 persen. 
 
Penyaluran kredit untuk apartement, KPR dan KPA tumbuh di angka 4,17 persen atau Rp4,02 triliun. Peningkatan ini masih terlihat konsisten hingga memasuki bulan ke dua di tahun 2018. 
 
Seperti dikatakan Ketua DPD REI Riau, Nursyafri Tanjung kepada Riaumandiri.co, Jumat (9/2/2018) bahwa permintaan properti di tahun 2017 sudah meningkat dari tahun sebelumnya. Di mana pembangunan rumah layak huni menjadi prioritas bagi pengembang yang ada di Riau. Ini seiring dengan program pemerintah dalam melakukan pembangunan sejuta rumah bagi masyarakat tak mampu. 
 
"Tahun kemarin, kita sudah bangun 10.000 unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), di mana pembangunan tersebut dilakukan sesuai dengan permintaaan. Tahun 2018 ini, kita lihat animo masyarakar cukup tinggi, makanya kita targetkan bisa membangun 12.500 rumah MBR," ujar Nursyafri. 
 
Dijelaskannya, secara nasional REI sudah memberikan partisipasi sebanyak 250.000 rumah MBR di seluruh Indonesia, dan mendapatkan apresiasi dari Kemenpera karena melakukan pembangunan terbaik. 
 
"Meski sudah cukup banyak pembangunan yang dilakukan oleh REI, di angka 10 ribu, tapi angka tersebut masih belum terpenuhi, makanya di tahun ini kita tingkatkan lagi," tuturnya. 
 
Untuk lokasi pembangunan yang menjadi fokus dalam pembangunan properti, lanjutnya, REI akan memfokuskan di wilayah perbatasan Pekansikawan yakni Pekanbaru, Kampar, Siak, dan Pelalawan. Alasannya, karena daerah tersebut masih berpotensi untuk pembangunan hingga 10 tahun ke depan. 
 
Selain tetap membangun rumah MBR, REI juga masih melakukan pembangunan rumah komersil. Namun pembangunan rumah komersil tidak segesit rumah MBR. Pasalnya, penjualan rumah komersil masih 1 : 10 dari rumah MBR. Akan tetapi, kata Nursyafitri, pihaknya akan membangun apabila ada permintaan. 
 
Reporter:  Renny Rahayu
Editor:  Rico Mardianto