Bazar Amal Sekolah Global Andalan

Ajarkan Kepedulian Sejak Dini

Ajarkan Kepedulian Sejak Dini

PANGKALAN KERINCI (riaumandiri.co)-Guna mengajarkan para siswa untk memiliki rasa kepedulian, Yayasan Kerinci Citra Kasih mengadakan acara bazar amal yang bertajuk Treasure Mine Thrift Shop di SMP Global Andalan, Pangkalan Kerinci, Senin (11/4).

Dengan membeli kupon yang disediakan sekolah, pengunjung dapat membeli berbagai kuliner, sayuran, mainan, buku, dan kerajinan tangan. Nantinya, hasil penjualan akan didonasikan kepada 11 siswa yang kurang mampu di lokasi operasional PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Dalam acara ini, turut hadir wali murid dari sekolah yang berlokasi di Komplek PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), salah satunya Tony Sibarani.

 Ia mengaku sangat antusias untuk datang ke sekolah tersebut karena  kegiatan ini mengajarkan siswa untuk mendonasikan waktu dan uangnya kepada teman-teman mereka yang membutuhkan.

"Ide acaranya sangat bagus. Karena sejak kecil anak-anak kita diajarkan untuk membantu sesama. Karena kepedulian itu harus ditanamkan ke diri anak-anak kita sejak kecil," tutur karyawan dari Departement Civil Maintanent RAPP ini.

Ia berharap, kegiatan yang tersebut dapat rutin diadakan sekolah, karena sangat bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat.

 Hal senada juga disampaikan Pembina Ikatan Wanita Riau Andalan (IWARA) Azrina Rudi Fajar. Menurutnya, kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa sosial para siswa sejak mereka duduk di bangku sekolah.

"Selain menumbuhkan jiwa sosial para siswa, kegiatan ini juga menjadi ajang silahturrahmi antara para orangtua dan guru. Selain itu, reuni sesama alumni sehingga dapat membangun kekompakan dan kebersamaan," ucapnya.

Tidak hanya bazar, para siswa juga memamerkan hasil karya mereka seperti miniatur pabrik RAPP. Seperti yang dilakukan siswa kelas 12 dari SMA Taruna Andalan, Enda Ferbina Meliala dan timnya.

 Mereka  membuat miniatur pabrik RAPP agar para pengunjung mengetahui  apa saja yang ada di pabrik RAPP.

"Di sekolah kami juga ada belajar terkait Industrial Vocasional Education. Oleh karena itu kami juga menampilkan karya kami, bukti kami dapat berkarya untuk perusahaan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua YKCK Jansen Yudianto mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari proyek sosial para siswa bagi anak yang kurang mampu.

 Sebab, pihaknya ingin mengajarkan para siswa untuk sama-sama membantu biaya pendidikan sekolah-sekolah mereka.

"Pelaksananya para siswa dan dibantu dengan guru kami. Selain itu karya mereka, seperti membuat kerajinan tangan dari barang bekas seperti keranjang dari kertas bekas,” jelas Jansen.(rls/mel)