Oktober 2015

Uang Beredar Turun 2,3%

Uang Beredar Turun 2,3%

JAKARTA (HR)- Bank Indonesia mencatat pertumbuhan likuiditas perekonomian uang beredar  pada Oktober 2015 lebih rendah 2,3 persen dibandingkan dengan September 2015.

Adapun uang beredar (M2) pada September 2015 tercatat sebesar 12,7 persen (year-on-year), sedangkan pada Oktober 2015 hanya tumbuh sebesar 10,4 persen (year-on-year).

Mengutip laman Bank Indonesia, Jakarta, Minggu (6/12), berdasarkan komponennya, perlambatan M2 bersumber dari pertumbuhan M1 (uang kartal dan simpanan giro Rupiah), serta Uang Kuasi (simpanan berjangka dan tabungan, baik dalam Rupiah maupun valas, serta simpanan giro valas).

Di mana pertumbuhan M1 (uang kartal dan simpanan giro Rupiah) turun dari 12,0 persen (year-on-year) pada September 2015 menjadi 10,2 persen (year-on-year) pada Oktober 2015. Sedangkan Uang Kuasi (simpanan berjangka dan tabungan, baik dalam rupiah maupun valas, serta simpanan giro valas) turut turun dari 12,5 persen (year-on-year) pada September 2015 menjadi 10,6 persen (year-on-year) pada Oktober 2015.

Adapun faktor yang memengaruhi perlambatan M2, terutama akibat melambatnya pertumbuhan Aktiva Luar Negeri Bersih. Sejalan dengan upaya stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh Bank Indonesia (BI) dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, pertumbuhan Aktiva Luar Negeri Bersih melambat dari 11,0 persen (yoy) pada September 2015 menjadi 2,6 persen (year-on-year) pada Oktober 2015.

Selain itu, perlambatan M2 juga dipengaruhi oleh melambatnya ekspansi operasi keuangan pemerintah dan melambatnya pertumbuhan kredit.(okz/ivi)



Berita Lainnya