Menteri Sosial Bantah Isu Penjarahan Gudang Bulog Pasca Banjir Sumatera
Riaumandiri.co - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang lebih dikenal dengan Gus Ipul, menanggapi laporan dugaan penjarahan di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, Sumatra Utara. Ia menegaskan bahwa bantuan logistik yang disimpan di lokasi tersebut memang ditujukan untuk masyarakat terdampak banjir serta tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.
"Kan sudah dijelaskan sama Kepala BNPB ya bahwa itu bukan penjarahan, memang dibagi-bagi ke masyarakat," ucap Gus Ipul.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional, Letjen Suharyanto, mengonfirmasi bahwa distribusi barang Bulog telah dilaksanakan sesuai rencana, namun proses pengiriman mengalami hambatan karena medan yang sulit dijangkau. Ia menambahkan bahwa bantuan udara, baik berupa helikopter maupun pesawat, telah dikerahkan untuk mengatasi kendala tersebut.
Gus Ipul menilai bahwa masih ada warga yang terisolasi akibat banjir bandang dan kerusakan infrastruktur. Pemerintah berupaya menyalurkan bantuan secara merata dengan mengerahkan seluruh kekuatan di bawah komando BNPB, serta didukung oleh Kapolri dan Panglima TNI. "Mudah-mudahan didoakan saja semua bisa dijangkau," kata Gus Ipul.
"Alhamdulillah kita punya anggarannya, kita lakukan penghematan banyak di pusat supaya sebanyak mungkin bantuan, sebanyak mungkin kita bisa membantu kepentingan rakyat di paling bawah, desa, kecamatan. Itu sasaran kita," kata Prabowo Subianto.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke empat wilayah terdampak bencana pada 1/12/2025, meliputi Tapanuli Tengah, Medan, Aceh Tenggara, dan Padang Pariaman. Di tengah para pengungsi, ia menenangkan warga dengan menyatakan bahwa prediksi cuaca terburuk telah berlalu.
Selama berada di Aceh, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk menyediakan anggaran yang diperlukan bagi korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Di Kasai Permai, Padang Pariaman, ia menekankan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat berjuang sendirian dalam menghadapi bencana.(MG/FRA)