Pemerintah Didesak Tingkatkan Sistem Deteksi Dini serta Mitigasi Bencana
Riaumandiri.co - JAKARTA – Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae menekankan perlunya pemerintah memperkuat dan meningkatkan sistem deteksi dini serta mitigasi bencana dalam rapat dengar pendapat Komisi V bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan pada Senin 1/12/2025.
"Jika ada kekurangan alat atau sistem, agar segera kementerian terkait menyampaikannya kepada Presiden," ucap Ridwan.
Ridwan menilai bahwa upaya mitigasi selama ini cenderung bersifat reaktif, baru dijalankan setelah musibah menimbulkan korban jiwa. Menurutnya, bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk merumuskan langkah pencegahan sebelum bencana terjadi.
"Setiap hari kita lihat berita longsor, korban sekian orang. Ini menyedihkan. Kita harus berpikir sebelum terjadi, bukan hanya mengatasi setelah kejadian," kata Ridwan.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah memberikan peringatan dini mengenai cuaca ekstrem di wilayah Sumatera Utara sejak delapan hari sebelum bencana, serta di Aceh dan Sumatera Barat sejak empat hari sebelumnya. Badan tersebut juga telah memberi wewenang kepada Kepala Balai Besar BMKG Wilayah I untuk menyampaikan peringatan tersebut kepada otoritas daerah.
"Berikut kami sampaikan analisis dari BMKG terkait dengan cuaca terkini di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam rentang waktu 27 November hingga 4 Desember 2025," tutur Teuku.
"Ini kami sampaikan bahwa untuk daerah Aceh dan Sumatera Barat, BMKG telah menerbitkan press release untuk potensi bencana siklon atau cuaca ekstrem di Aceh dan Sumatera Barat. Ini 4 hari sebelum bencana. Untuk Sumatera Utara, press release-nya telah diterbitkan 8 hari sebelum bencana terjadi," jelas Teuku.
"Ini adalah peringatannya. Beberapa kepala daerah itu langsung memberikan respons positif dengan mengingatkan warganya melalui berbagai kanal. Ini kita sampaikan ke Forkopimda, provinsi, BPBD, semua kami sampaikan. Dan ini terus di-update setiap 2 hari bahwa akan terjadi cuaca ekstrem pada tiga wilayah ini," terangnya Teuku.(MG/FRA)