KPK Bawa Sekda Syahrial dan Kabag Protokol Raja Paisal Usai Geledah Kantor Gubernur Riau

KPK Bawa Sekda Syahrial dan Kabag Protokol Raja Paisal Usai Geledah Kantor Gubernur Riau

Riaumandiri.co - KPK membawa Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi dan Kabag Protokol Raja Paisal usai KPK menggeledah sejumlah ruangan di Kantor Gubernur Riau, Senin (10/11).


Dari pantauan dilapangan Sekdaprov Riau bersama Kabag Protokol langsung dimasukkan kedalam mobil Innova yang digunakan oleh tim KPK.



Selain itu KPK juga membawa beberapa dokumen yang dimasukkan didalam kopor dan didalam kardus air minum. Tidak ada keterangan dari KPK usai melakukan penggeledahan dan membawa Sekdaprov bersama Kabag Protokol.


Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, usai dimintai keterangan oleh KPK mengatakan, ia menghormati langkah yang dijalankan oleh KPK, terkait dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK di Kantor Gubernur, dan menggeledah mobil dinas Gubernur serta mobil dinas Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi. 


SF Hariyanto mengatakan, KPK memiliki kewenangan untuk meminta keterangan dan juga untuk melanjutkan pengembangan setelah ditetapkannya Gubernur Riau Abdul Wahid, sebagai tersangka pada kasus pidana pemerasan, bersama Kadis PUPR PKPP dan tenaga ahli Gubernur Dani Darussalam. 


“Mereka datang kesini ada data-data yang mau diminta, bagaimanapun kita selaku tuan rumah rekan-rekan dari KPK mohon kesini wajar saya rasa masuk kesini, kita juga ngobrol-ngobrol saja,” ujar SF Hariyanto. 


Terkait dengan penggeledahan di mobil dinas milik dirinya dan juga mobil dinas Sekdaprov Riau oleh KPK, serta di ambilnya beberapa berkas atau dokumen yang ada di mobil tersebut, Plt Gubri mengatakan langkah KPK tersebut sebagai bentuk pengambilan data apakah ada hubungan dengan kasus yang menimpa Gubernur Riau atau tidak. Bagi SF penggeledahan tersebut tidak ada masalah dan tidak berpengaruh. 


“Nanti kalau ada dokumen-dokumen yang diambil kan yang masih ada yang tinggal Sekda. Sekda yang menyelesaikan. 

Berkas yang diambil saya tidak tau, kami hanya bincang-bincang diruang rapat Gubernur,” kata SF Hariyanto. 



Berita Lainnya