Bantah jadi Saksi Pelapor, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Masyarakat Bersatu
Riaumandiri.co - Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, turut prihatin terhadap kasus yang menimpa Gubernur Riau non aktif Abdul Wahid, yang ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus pemerasan terhadap kepala Dinas PUPR PKPP, dan UPT.
SF Hariyanto juga meminta kepada masyarakat Riau untuk bersatu dan tidak terpecah belah.
“Saya turut prihatin dengan kondisi yang terjadi kemarin sangat prihatin, diminta kepada masyarakat Riau mendoakan Gubernur semoga tetap diberikan kesehatan, dipermudah segala urusan dilancarkan dan diberikan keringanan buat beliau dalam menjalankan permasalahan yang dihadapi,” ujar SF Hariyanto, Kamis (5/11).
“Kami mengajak seluruh masyarakat Riau bersatu dengan adanya berita ini. Kita redakan masyarakat tetap bersatu, jangan terpecah belah, Riau tetap aman tetap jalan. Semoga pak Gubernur kita dilancarkan dan diringankan segala bebannya disana, Saya pastikan roda pemerintahan tetap berjalan,” tambahnya.
Terkait dengan kasus yang menimpa Gubernur Riau Abdul Wahid, SF Hariyanto mengatakan, Pemprov Riau menghormati langkah hukum yang dijalani. KPK telah menetapkan status Gubri Abdul Wahid sebagai tersangka, KPK juga akan terus melakukan langkah-langkah selanjutnya untuk menyelesaikan kasus yang menimpa Gubri Abdul Wahid, dan Kadis PUPR PKPP.
“Kami atas nama Pemprov Riau menghormati langkah penegakan hukum yang dilakukan KPK, apapun keputusan KPK dihormati,” kata SF Hariyanto.
Disinggung mengenai dirinya mengetahui penangkapan yang direncanakan oleh KPK, SF Hariyanto menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui pergerakan KPK.
Bahkan dirinya sebelum penangkapan terhadap Abdul Wahid sedang ngopi bersama disalah satu kafe di Pekanbaru, dan juga dihadiri Bupati Siak Afni. Setelah selesai ngopi bersama Abdul Wahid, Ia langsung pulang dan selanjutnya tidak mengetahui penangkapan Abdul Wahid di kafe tersebut.
“Bahwa saya tidak mengetahui, memang kebetulan saya bersama pak Gubernur dengan Bupati Siak, kami lagi ngopi sama Gubernur itulah yang diketahui ada ramai tamu diluar. Pak Wagub tau?, ya saya tau karena bersama Gubernur di kafe ya itulah yang saya tau. Saya liat diluar dan ramai orang, sampai ada yang bilang wagub diperiksa. Saya tidak ada diperiksa, setelah itu saya pulang dan solat, jangan adanya fitnah,” kata SF Hariyanto.
Selain isu dirinya mengetahui penangkapan Abdul Wahid, SF Hariyanto juga membantah ada pemberitaan dirinya dipanggil KPK sebagai saksi pelapor. Menurutnya berita tersebut digiring dan menjurus ke fitnah. Sejauh ini ia tidak pernah melaporkan siapapun di jajaran Pemerintah Provinsi Riau kepada aparat hukum maupun KPK.
“Saya bersumpah ini saksi pelapor ini tak jelas, itu disana anak buah saya semua yang dipanggil anak buah saya, apa mungkin saya masukkan mereka?. Saya tidak tau apa itu saksi pelapor. Kalau saya tau kenapa saya bersama Gubernur ngopi bersama, saya tidak ada lapor melapor, itu fitnah,” tegas SF Hariyanto.