83 Masjid di Palestina telah Hancur Semenjak Diserang Israel

83 Masjid di Palestina telah Hancur Semenjak Diserang Israel

Riaumandiri.co - Sebanyak 83 masjid di Palestina telah hancur selama serangan Israel, terhitung sudah masuk hari ke-46, Selasa (21/11). Sebanyak 170 masjid mengalami kerusakan, menurut media pemerintah di Gaza.

Palestina menyebut Israel dengan sengaja menargetkan masjid-masjid di Gaza untuk dihancurkan. Sementara pasukan Israel telah membuat klaim yang tidak berdasar bahwa masjid-masjid tersebut telah digunakan oleh Hamas untuk melindungi mereka dari serangan.

Data dari Kementerian Kesehatan Gaza, telah menewaskan lebih dari 13.300 warga Palestina, termasuk 5.600 anak-anak dan 3.550 perempuan sejak 7 Oktober lalu. Qatar menyerukan pembentukan komite internasional untuk menyelidiki kejahatan Israel di Gaza.


Kementerian Luar Negeri Qatar pada hari Senin (20/11), menyerukan pembentukan komite internasional untuk menyelidiki "kejahatan yang dilakukan oleh penjajah Israel terhadap warga sipil di Gaza."

Sikap negara tersebut disampaikan dalam sebuah pernyataan yang mengutuk pengeboman Israel terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara yang menyebabkan beberapa warga Palestina tewas dan terluka.

Kementerian Luar Negeri menganggap pengeboman Rumah Sakit Indonesia sebagai "perluasan pendekatan pendudukan (Israel) dalam menargetkan rumah sakit, sekolah, dan pusat-pusat populasi" di seluruh Gaza, yang merupakan "pelanggaran terang-terangan" terhadap hukum internasional dan Konvensi Jenewa.

Sementara itu, Raja Yordania, Abdullah II, dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, mengadakan diskusi mengenai serangan Israel terhadap Gaza. Raja Abdullah bertemu dengan Borrell di ibu kota Amman, menurut pernyataan dari Istana Kerajaan Yordania

Pernyataan tersebut mengatakan raja Yordania menyoroti "perlunya bekerja secara intensif untuk menghentikan perang di Gaza (dan untuk) mengakhiri pengepungan (Israel)" yang diberlakukan di daerah kantong Palestina tersebut.

Dia juga menekankan perlunya "memastikan pengiriman makanan, obat-obatan, air dan bahan bakar" untuk warga Palestina di Gaza. Raja Abdullah menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel adalah solusi dua negara.